Pemerintah melalui PT Pelni (Persero) memberikan fasilitas pembebasan biaya bagi pihak yang ingin mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Sebagai bukti pelaksanaan program ini, kapal penumpang KM Tidar telah berhasil menurunkan sebanyak 481 koli bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak. Proses bongkar muat bantuan tersebut dilakukan di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, pada hari Kamis, 20 Agustus.
Banyak pihak bertanya mengenai alasan pengiriman logistik ini bisa bebas biaya. Skema pengiriman gratis tersebut dapat terwujud karena PT Pelni (Persero) telah mendapatkan persetujuan resmi dari Kementerian Perhubungan. Sekretaris Perusahaan PT PELNI (Persero), Ditto Pappilanda, menjelaskan bahwa persetujuan ini diwujudkan dalam bentuk potongan harga atau diskon tarif muatan barang hingga 100 persen khusus di kapal penumpang. Kebijakan ini diatur secara resmi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 8 Tahun 2023 tentang Tarif Batas Atas Kewajiban Pelayanan Publik Bidang Angkutan Laut Untuk Penumpang Kelas Ekonomi.
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Bagi masyarakat atau lembaga yang ingin mengetahui cara mengirimkan bantuan secara gratis, langkah pertamanya adalah mendatangi posko resmi yang telah ditunjuk. Pengiriman tidak dilakukan secara langsung ke kapal, melainkan harus melalui Posko Bantuan Kemanusiaan untuk NTT. Posko ini merupakan hasil sinergi antara PELNI, PELINDO, serta Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kementerian Perhubungan. Saat ini, layanan posko bersama tersebut sudah tersedia di area terminal penumpang pada tiga pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.
Mengenai jenis muatan yang dapat dikirimkan, program ini memprioritaskan barang-barang yang menjadi kebutuhan utama para korban gempa di lokasi terdampak. Berdasarkan pengiriman yang telah dilakukan oleh KM Tidar, jenis bantuan yang diangkut meliputi bahan makanan pokok atau sembako, air mineral dalam kemasan, perlengkapan mandi, obat-obatan, serta perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan. Selain itu, kebutuhan khusus untuk bayi dan anak-anak seperti popok bayi, susu, makanan bayi, dan perlengkapan sekolah juga menjadi prioritas pengiriman, ditambah dengan perlengkapan darurat seperti terpal dan tenda.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Pertanyaan selanjutnya yang sering muncul adalah bagaimana proses distribusi bantuan setelah kapal bersandar. Setibanya kapal di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, seluruh barang bantuan kemanusiaan tersebut langsung diserahterimakan kepada BPBD. Pihak BPBD kemudian mengambil alih tanggung jawab untuk mengoordinasikan serta mendistribusikan seluruh logistik kepada masyarakat yang terdampak gempa di berbagai wilayah NTT sesuai dengan kebutuhan di lapangan.






