tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Komunikasi Bisnis

Cara Menyusun Klarifikasi Publik yang Efektif Saat Terjadi Miskomunikasi

Ance ManoppoDiterbitkan 30 Jul 2026 - 17.44 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menyusun Klarifikasi Publik yang Efektif Saat Terjadi Miskomunikasi
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Dalam dunia kerja profesional dan aktivitas ekonomi digital, menjaga reputasi dan komunikasi yang jelas adalah hal yang sangat krusial. Ketika terjadi kesalahpahaman informasi di ruang publik, kemampuan untuk memberikan klarifikasi yang tepat dan terukur sangat dibutuhkan agar masalah tidak melebar. Salah satu contoh kasus yang dapat dipelajari adalah langkah klarifikasi yang dilakukan oleh Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, setelah munculnya kesalahpahaman dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di gedung Senayan, Jakarta.

Peristiwa ini bermula pada Kamis, 30 Juli 2026, ketika para wartawan sedang memantau jalannya rapat di depan ruang rapat Komisi II DPR RI. Situasi menjadi ramai saat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad datang dan memasuki ruang rapat yang semula tertutup. Pintu yang terbuka membuat wartawan ikut masuk ke dalam ruangan untuk melakukan peliputan. Di tengah situasi yang padat tersebut, muncul ucapan dari Deddy Sitorus yang kemudian dinilai menyinggung profesi wartawan. Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP, Erwin Syahputra, menyatakan keberatan dan menganggap ucapan tersebut sebagai pelecehan yang menyamakan wartawan dengan gerombolan sirkus. KWP pun memberikan batas waktu 1x24 jam bagi Deddy Sitorus untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Untuk mengatasi miskomunikasi publik seperti ini, berikut adalah langkah-langkah sistematis yang dapat diterapkan berdasarkan poin klarifikasi yang disampaikan oleh Deddy Sitorus:

Langkah pertama adalah menegaskan posisi dan membantah tudingan secara langsung tanpa keraguan. Dalam klarifikasinya, Deddy Yevri Sitorus langsung membantah tudingan bahwa dirinya telah menghina profesi wartawan saat rapat Komisi II DPR berlangsung. Penegasan awal ini penting untuk menetapkan batasan masalah agar tidak berkembang menjadi asumsi yang lebih liar di masyarakat.

Baca Juga

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Langkah kedua adalah memberikan konteks yang jelas mengenai sasaran ucapan. Deddy Sitorus menjelaskan bahwa ucapannya mengenai kalimat 'kayak sirkus' sama sekali tidak ditujukan kepada wartawan yang sedang bertugas. Menjelaskan arah komunikasi yang sebenarnya akan membantu meluruskan persepsi publik yang telanjur keliru mengenai niat asli dari pernyataan yang dikeluarkan.

Langkah ketiga adalah menunjukkan rasa hormat terhadap profesi pihak yang merasa dirugikan. Dalam poin penjelasannya, Deddy menyatakan bahwa dirinya sangat menghormati profesi wartawan beserta peran penting mereka sebagai salah satu pilar dalam kehidupan demokrasi. Pengakuan terhadap nilai profesi ini penting untuk meredakan ketegangan dan menunjukkan iktikad baik.

Langkah keempat adalah menyampaikan kutipan pernyataan yang sebenarnya secara transparan beserta situasi lapangan saat itu. Deddy memaparkan kalimat utuh yang ia sampaikan dalam rapat, yaitu: 'Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini.' Dengan menjabarkan kalimat asli ini, publik dapat melihat bahwa kritik tersebut ditujukan pada kondisi ketertiban ruang rapat yang penuh sesak, bukan kepada profesi jurnalis.

Baca Juga

Penyitaan Ponsel Ketua DPRD Lebak, Prosedur Hukum dan Perkembangan Penyelidikan

Penyitaan Ponsel Ketua DPRD Lebak, Prosedur Hukum dan Perkembangan Penyelidikan

Langkah kelima adalah menegaskan keterbukaan terhadap akses informasi. Deddy Sitorus menjelaskan bahwa dirinya tidak menghalangi wartawan untuk melakukan liputan, mengingat rapat kerja di Komisi II bersama pemerintah bersifat terbuka untuk dihadiri oleh wartawan maupun masyarakat umum. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada upaya pembatasan kerja jurnalistik.

Langkah keenam adalah membuka ruang mediasi melalui lembaga resmi yang berwenang. Sebagai penutup klarifikasi, Deddy menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan lebih lanjut melalui Dewan Pers apabila masih terdapat keraguan dari pihak terkait. Menyediakan jalur penyelesaian formal seperti ini menunjukkan profesionalisme dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.

Dengan memahami langkah-langkah klarifikasi di atas, para profesional dan pelaku industri dapat belajar bagaimana merespons krisis komunikasi secara runut, objektif, dan berfokus pada fakta lapangan demi menjaga hubungan baik antarinstitusi.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Klarifikasi PublikKomunikasi ProfesionalDeddy SitorusDPR RIManajemen Krisis

Berita Terbaru Lainnya

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang UtamaMenyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif IndonesiaCara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPKMewaspadai Modus Ganjal ATM, Pelajaran dari Kasus Penyergapan di PamulangDampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Paling Banyak Dibaca

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

Ekonomi Digital

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

30 Jul 2026

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama

Pasar Saham

IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif Indonesia

Ekonomi Digital

Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif Indonesia

30 Jul 2026

Cara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPK

Regulasi & Kepatuhan

Cara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPK

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  2. 2Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  3. 3IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang UtamaPasar Saham 路 30 Jul 2026
  4. 4Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif IndonesiaEkonomi Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap