Kamera CCTV pemantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik pada Sabtu dini hari. Perangkat visual tersebut berhenti merekam situasi kawah sesaat usai mengabadikan fase erupsi intensif di kawasan puncak.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rekaman visual terakhir dari kamera CCTV tersebut tertangkap pada pukul 01.01 WIB. Tangkapan gambar menunjukkan terjadinya fenomena lava air mancur (lava fountain) sebelum akhirnya perangkat pemantau lapangan tersebut mengalami kerusakan akibat hempasan material erupsi.
Rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri tercatat berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu pagi. Dalam periode pengamatan visual pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, lontaran lava pijar terlihat jelas menyala pada malam hari, diiringi suara dentuman dan gemuruh yang terdengar langsung dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dari data kegempaan selama periode tersebut, tercatat satu kejadian letusan beramplitudo 70 milimeter dengan durasi seismik mencapai 21.600 detik.
Status Siaga dan Evaluasi Potensi Bahaya
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat, nelayan, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati kawah aktif atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi guna menghindari bahaya lontaran batu pijar serta abu pekat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Mengenai kekhawatiran ancaman lanjutan, PVMBG menyampaikan bahwa pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Berdasarkan hasil evaluasi morfologi terbaru, struktur tubuh gunung saat ini dinilai belum memiliki potensi keruntuhan berskala besar yang dapat memicu terjadinya tsunami di perairan Selat Sunda.






