Berapa anggaran belanja dapur yang perlu disiapkan saat sejumlah komoditas pangan mengalami pergeseran harga? Memantau pergerakan harga komoditas pangan secara berkala membantu perencanaan pengeluaran harian dan mingguan agar tetap efisien.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia mencatat perubahan harga pada sejumlah bahan pangan pokok, mulai dari lonjakan tajam pada kelompok cabai hingga penurunan pada komoditas tertentu.
Memeriksa Komoditas dengan Kenaikan Tertinggi
Kelompok bumbu dapur, khususnya cabai, mencatatkan kenaikan harga paling menonjol dibandingkan komoditas lainnya:
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

- Cabai Rawit Merah mengalami kenaikan harga paling tinggi, yaitu melonjak 12,45% atau sekitar Rp 7.800 per kg hingga mencapai Rp 70.450 per kg.
- Cabai Rawit Hijau naik 3,25% atau sekitar Rp 1.800 per kg menjadi Rp 57.150 per kg.
- Cabai Merah Keriting bertambah 2,38% atau sekitar Rp 1.200 per kg ke posisi Rp 51.650 per kg.
- Cabai Merah Besar mengalami kenaikan Rp 200 per kg menjadi Rp 49.300 per kg.
Meninjau Pergerakan Harga Daging dan Bahan Pokok Lainnya
Selain cabai, beberapa kebutuhan pokok sumber protein dan karbohidrat juga mengalami kenaikan:
- Daging Sapi Kualitas I: Naik 0,33% (Rp 500 per kg) menjadi Rp 151.950 per kg.
- Daging Sapi Kualitas II: Naik sekitar 0,1% (Rp 150 per kg) menjadi Rp 143.050 per kg.
- Daging Ayam Ras Segar: Mengalami kenaikan Rp 450 per kg menjadi Rp 41.800 per kg.
- Bawang Putih Ukuran Sedang: Naik Rp 50 per kg menjadi Rp 40.550 per kg.
- Gula Pasir Lokal: Naik Rp 100 per kg ke angka Rp 19.150 per kg.
Pergerakan pada komoditas beras juga terpantau variatif:
- Beras Kualitas Super I: Naik 0,28% (sekitar Rp 50 per kg) menjadi Rp 17.800 per kg.
- Beras Kualitas Super II: Naik 0,29% (Rp 50 per kg) menjadi Rp 17.300 per kg.
- Beras Kualitas Medium II: Naik 0,31% (sekitar Rp 50 per kg) menjadi Rp 16.350 per kg.
- Beras Kualitas Bawah I: Naik Rp 50 per kg menjadi Rp 14.850 per kg.
- Beras Kualitas Bawah II: Naik Rp 150 per kg menjadi Rp 14.750 per kg.
Untuk kelompok minyak goreng:
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

- Minyak Goreng Curah: Naik Rp 150 per kg menjadi Rp 20.500 per kg.
- Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1: Naik Rp 50 per kg menjadi Rp 24.350 per kg.
- Minyak Goreng Kemasan Bermerek 2: Naik Rp 100 per kg menjadi Rp 23.650 per kg.
Mengidentifikasi Komoditas yang Turun dan Stabil
Bagi konsumen yang ingin menyesuaikan menu belanja, beberapa bahan pokok justru terpantau mengalami penurunan harga atau stabil di pasar:
- Bawang Merah Ukuran Sedang: Turun sebesar Rp 600 per kg menjadi Rp 38.850 per kg.
- Telur Ayam Ras Segar: Mengalami penurunan harga Rp 50 per kg menjadi Rp 29.350 per kg.
- Beras Kualitas Medium I: Terpantau stabil tanpa perubahan harga di level Rp 16.500 per kg.
- Gula Pasir Kualitas Premium: Bertahan di harga Rp 20.350 per kg.
Langkah Menyesuaikan Anggaran Berdasarkan Data Harga
Setelah memeriksa data fluktuasi harga tersebut, beberapa langkah praktis dapat diterapkan dalam mengatur belanja:
- Hitung ulang alokasi bumbu dapur dengan memperhitungkan kenaikan harga pada cabai rawit merah dan cabai rawit hijau.
- Manfaatkan komoditas yang sedang turun harga, seperti bawang merah dan telur ayam ras, untuk menyeimbangkan pos pengeluaran mingguan.
- Pantau rincian kategori beras dan minyak goreng sebelum memutuskan jenis kemasan atau kualitas yang akan dibeli.






