Pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia kini tidak lagi hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi bersih nasional, melainkan juga untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Salah satu perusahaan yang berkomitmen penuh terhadap visi ini adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Perusahaan menegaskan bahwa pengembangan panas bumi yang mereka lakukan tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial semata. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan bisnis energi hijau dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
Dalam menjalankan operasionalnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memposisikan energi hijau sebagai katalisator yang sangat penting. Peran katalisator ini bertujuan untuk menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja mereka melalui pemberdayaan lokal yang berkelanjutan. Dengan adanya fokus pada pemberdayaan lokal ini, pemanfaatan panas bumi diharapkan dapat menstimulus aktivitas perekonomian di tingkat akar rumput dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat secara jangka panjang.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Presiden Direktur PGE, Ahmad Yani, memberikan penjelasan mendalam mengenai kontribusi nyata perusahaan terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurut Ahmad Yani, kehadiran proyek-proyek panas bumi yang dikelola oleh PGE telah berhasil membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat. Lapangan pekerjaan baru ini memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi langsung dalam rantai industri energi hijau. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ahmad Yani di sela-sela penyelenggaraan acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) yang bertempat di JCC Senayan. Penjelasan dari Presiden Direktur PGE ini juga disiarkan secara publik dalam program Energy Corner di CNBC Indonesia pada hari Kamis, 20 Agustus 2026.
Salah satu bukti nyata dari keberlanjutan komitmen ini tercermin di wilayah operasional Kamojang. Wilayah operasional Kamojang sendiri merupakan salah satu area kerja penting yang telah dikelola oleh perusahaan selama lebih dari empat dekade. Pengelolaan yang berjalan selama lebih dari 40 tahun ini membuktikan dedikasi jangka panjang PGE dalam menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Melalui pendekatan yang berorientasi pada pemberdayaan lokal, proyek panas bumi di wilayah ini mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Komitmen yang konsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dan sosial ini akhirnya membuahkan pengakuan internasional yang luar biasa bagi perusahaan. PGE berhasil meraih pencapaian luar biasa dengan menduduki peringkat ESG (Environmental, Social, and Governance) nomor satu di dunia untuk kategori perusahaan publik di sektor panas bumi. Peringkat ESG global nomor satu ini menegaskan bahwa fokus PGE pada pembangunan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional dan pengelolaan energi hijau berjalan dengan standar tata kelola terbaik di tingkat global.






