tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Info Lokal

Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut

Retno PurwantoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 10.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Menyusut
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kekeringan yang melanda kawasan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama dua bulan terakhir telah mengubah pola hidup keseharian masyarakat setempat secara drastis. Fenomena alam ini memaksa warga yang tinggal di daerah terdampak untuk segera mencari alternatif sumber air demi kelangsungan hidup harian mereka. Terhentinya aliran air sumur ke rumah-rumah penduduk selama musim kemarau ini menjadi faktor utama yang mendorong warga keluar dari lingkungan tempat tinggal mereka. Sebagai informasi kondisi lokal terkini, krisis pasokan air ini tercatat memengaruhi rutinitas dasar masyarakat di wilayah tersebut secara menyeluruh.

Dalam menghadapi tantangan ketersediaan air tersebut, masyarakat di Kampung Somang dan sekitarnya kini mengandalkan Sungai Ciberang sebagai pusat aktivitas harian. Aliran sungai ini menjadi tumpuan utama dan terakhir setelah sumber air domestik di rumah-rumah mereka mengering total. Warga silih berganti berdatangan ke area sungai setiap harinya untuk memenuhi berbagai kebutuhan esensial rumah tangga. Kebutuhan tersebut mencakup pengambilan air untuk minum, aktivitas mandi, hingga mencuci. Ketergantungan penuh pada sumber air permukaan ini menggambarkan betapa vitalnya peran Sungai Ciberang bagi keberlangsungan hidup warga di tengah musim kemarau yang melanda Lebak.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Namun, kondisi fisik Sungai Ciberang sendiri saat ini tidak luput dari dampak cuaca panas yang ekstrem. Berdasarkan keterangan salah satu warga yang beraktivitas di kawasan tersebut, tinggi muka air pada aliran sungai telah mengalami penyusutan yang sangat signifikan. Saat ini, kedalaman air menyusut hingga berada di angka kurang dari 1 meter. Padahal, pada kondisi sebelumnya atau saat curah hujan masih normal, tinggi muka air di aliran Sungai Ciberang tersebut biasanya mencapai lebih dari 2 meter. Penurunan debit air yang mencapai lebih dari separuh kondisi awal ini menjadi indikator nyata dari parahnya tingkat kekeringan yang sedang melanda kawasan tersebut.

Baca Juga

Cara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026

Cara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026

Meskipun volume dan tinggi muka air sudah jauh berkurang, aktivitas warga di Sungai Ciberang tetap berjalan intensif karena tidak adanya pilihan lain. Selain untuk kebutuhan konsumsi dan sanitasi pribadi, aliran sungai yang kian menyusut tersebut juga dimanfaatkan untuk perawatan kendaraan bermotor. Warga tampak menggunakan sisa aliran air Sungai Ciberang untuk mencuci motor mereka secara langsung di lokasi. Pemandangan warga yang mandi bersamaan dengan aktivitas mencuci sepeda motor di aliran sungai yang dangkal ini menjadi realitas keseharian yang harus dihadapi masyarakat setempat selama krisis air ini berlangsung.

Skala kekeringan di wilayah ini mencakup area yang sangat luas dan membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, tercatat sebanyak 109 desa di wilayah Kabupaten Lebak masuk dalam kategori daerah rawan kekeringan. Angka ini menunjukkan bahwa kesulitan akses air bersih bukan hanya dialami oleh segelintir kelompok, melainkan telah menjadi isu darurat berskala kabupaten yang memengaruhi ratusan desa. Pemetaan dari BPBD Banten ini menjadi acuan penting untuk memahami luasnya sebaran wilayah terdampak di provinsi tersebut.

Baca Juga

Panduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo

Panduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo

Situasi kekeringan yang meluas ini diperkirakan berkaitan erat dengan anomali cuaca panas yang sedang terjadi di wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Mengonfirmasi kondisi di lapangan, seorang warga menyebutkan secara langsung bahwa di wilayah mereka sudah hampir tiga bulan tidak turun hujan. Kondisi cuaca panas ini diprediksi para pakar berpotensi berkembang menjadi fenomena super El Ni帽o. Jika proyeksi tersebut benar terjadi, fenomena ini akan tercatat sebagai El Ni帽o terkuat dalam kurun waktu 150 tahun terakhir. Ancaman cuaca ekstrem ini tentunya berpotensi memperpanjang masa krisis air yang dialami oleh masyarakat Kabupaten Lebak dan memaksa mereka untuk terus beradaptasi dengan keterbatasan sumber daya alam.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

El Ninokekeringan lebaksungai ciberangbpbd bantenkrisis air

Berita Terbaru Lainnya

Alasan Investasi Kripto Didominasi Pria dan Pandangan Perempuan Terhadap RisikoCara Menganalisis Aksi Beli Asing Saat IHSG Rebound untuk Keputusan InvestasiAnalisis Kinerja Keuangan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) pada Semester I-2026Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Gawai dan Peluang Pasar Ponsel BekasCara Menyusun Strategi Investasi Berdasarkan Pandangan Pakar di DBS Insights Forum 2026Panduan Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan VivoAlasan Anggaran Makan Bergizi Gratis Belum Dipisah dari Dana Pendidikan APBN 2026Cara Menghindari Praktik Pemerasan Berkedok Pengurusan Perkara Hukum

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Alasan Investasi Kripto Didominasi Pria dan Pandangan Perempuan Terhadap Risiko

Ekonomi Digital

Alasan Investasi Kripto Didominasi Pria dan Pandangan Perempuan Terhadap Risiko

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap