Kekeringan yang melanda kawasan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama dua bulan terakhir telah mengubah pola hidup keseharian masyarakat setempat secara drastis. Fenomena alam ini memaksa warga yang tinggal di daerah terdampak untuk segera mencari alternatif sumber air demi kelangsungan hidup harian mereka. Terhentinya aliran air sumur ke rumah-rumah penduduk selama musim kemarau ini menjadi faktor utama yang mendorong warga keluar dari lingkungan tempat tinggal mereka. Sebagai informasi kondisi lokal terkini, krisis pasokan air ini tercatat memengaruhi rutinitas dasar masyarakat di wilayah tersebut secara menyeluruh.
Dalam menghadapi tantangan ketersediaan air tersebut, masyarakat di Kampung Somang dan sekitarnya kini mengandalkan Sungai Ciberang sebagai pusat aktivitas harian. Aliran sungai ini menjadi tumpuan utama dan terakhir setelah sumber air domestik di rumah-rumah mereka mengering total. Warga silih berganti berdatangan ke area sungai setiap harinya untuk memenuhi berbagai kebutuhan esensial rumah tangga. Kebutuhan tersebut mencakup pengambilan air untuk minum, aktivitas mandi, hingga mencuci. Ketergantungan penuh pada sumber air permukaan ini menggambarkan betapa vitalnya peran Sungai Ciberang bagi keberlangsungan hidup warga di tengah musim kemarau yang melanda Lebak.








