tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Dampak Kekeringan Sungai Danube terhadap Infrastruktur Energi dan Logistik Eropa

Wulan WijayaDiterbitkan 2 Agu 2026 - 17.31 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Kekeringan Sungai Danube terhadap Infrastruktur Energi dan Logistik Eropa
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kekeringan ekstrem yang melanda kawasan Eropa telah memicu penyusutan drastis pada debit air Sungai Danube. Krisis air berskala besar ini tidak hanya mengganggu aktivitas pelayaran Eropa yang sangat bergantung pada jalur sungai tersebut, tetapi juga memangkas produksi listrik di berbagai negara secara signifikan. Fenomena alam yang dipicu oleh gelombang panas ini turut mengungkap berbagai peninggalan masa lalu yang selama puluhan tahun terendam air. Dampak ganda pada sektor logistik dan energi ini menjadikan penyusutan Sungai Danube sebagai tantangan serius bagi infrastruktur kelistrikan dan transportasi regional.

Sebagai salah satu dampak paling nyata dari krisis kekeringan berkepanjangan ini, bangkai kapal perang Jerman dari era Perang Dunia II kembali muncul ke permukaan air. Penemuan bersejarah ini terjadi di dekat wilayah Prahovo, Serbia, pada tanggal 30 Juli 2026. Kapal-kapal perang tersebut diketahui ditenggelamkan oleh armada Nazi pada tahun 1944. Tidak hanya peninggalan era Perang Dunia II, surutnya Sungai Danube juga mengungkap sejarah yang jauh lebih tua. Di wilayah Bulgaria, penurunan debit air menyingkap sisa-sisa mammoth purba yang diyakini oleh para arkeolog sebagai penemuan penting di tengah kekeringan ekstrem kawasan tersebut.

Di sektor energi, penurunan debit air memberikan pukulan telak bagi operasional pembangkit listrik tenaga air. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Djerdap 1, yang dioperasikan secara bersama oleh Serbia dan Rumania, merasakan dampak langsung dari krisis ini. Direktur Produksi Djerdap 1, Davor Maljokovic, menyatakan bahwa pembangkit yang memiliki kapasitas harian sebesar 15 gigawatt-jam (GWh) tersebut kini hanya mampu menghasilkan sekitar 20 persen dari kapasitas normalnya. Selain penurunan produksi listrik, jalur pelayaran di sekitar PLTA Djerdap 1 juga menyempit akibat munculnya gundukan pasir, beting kerikil, dan pulau-pulau kecil yang sebelumnya terendam di bawah permukaan air. Kondisi serupa juga dialami oleh PLTA Djerdap 2 yang turut mencatatkan penurunan produksi.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Krisis air ini juga memengaruhi infrastruktur energi lain di Serbia yang sangat krusial bagi pasokan nasional. Kekeringan ekstrem turut mengganggu sistem pendingin pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kostolac, sehingga kapasitas produksinya terpaksa dikurangi. Untuk mengatasi kekurangan pasokan, Serbia mengandalkan PLTA berpompa Bajina Basta guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat pada saat beban puncak. Sementara itu, kompleks PLTU Nikola Tesla masih menopang sekitar 50 persen dari total kebutuhan listrik nasional Serbia. Ketergantungan ini sangat krusial mengingat sekitar 60 persen listrik Serbia berasal dari batu bara lignit, sedangkan 30 persen lainnya bersumber dari tenaga air.

Dampak penyusutan Sungai Danube tidak hanya terbatas di Serbia, melainkan juga dirasakan oleh negara-negara lain di sepanjang aliran sungai. Di Hongaria, kekurangan pasokan air memaksa otoritas setempat untuk memangkas produksi reaktor 2 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Paks hingga mencapai 50 persen. Langkah pengamanan infrastruktur energi juga dilakukan di Rumania. Negara tersebut terpaksa mengambil keputusan untuk menghentikan operasi dua reaktor di PLTN Cernavoda akibat krisis air yang menghambat proses operasional pembangkit.

Baca Juga

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Merespons krisis cuaca yang semakin mengkhawatirkan, Pemerintah Serbia pada hari Kamis, 30 Juli, secara resmi menetapkan status siaga penuh guna menghadapi gelombang panas yang diperkirakan akan berlangsung selama sepuluh hari. Berbagai langkah darurat telah disiapkan dan diimplementasikan, yang meliputi distribusi air minum kepada warga, pembatasan aktivitas di luar ruangan, serta larangan ketat terhadap penggunaan air untuk penyiraman. Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi karena aliran Sungai Danube berpotensi terus mengalami penyusutan. Aliran sungai tersebut diproyeksikan berpotensi turun hingga di bawah angka 1.400 meter kubik per detik pada bulan Agustus.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sungai DanubeKrisis EnergiInfrastruktur EropaPLTA DjerdapKekeringan Ekstrem

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap