Pergerakan pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mencatatkan tren positif pada perdagangan hari Jumat, 31 Juli 2026. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif dari Wall Street yang didorong oleh performa kuat emiten teknologi raksasa serta optimisme pelaku pasar terhadap belanja kecerdasan buatan. Dinamika pasar global ini memengaruhi berbagai indeks saham utama di Asia, yang sebagian besar ditutup menguat secara signifikan. Untuk memahami lebih lanjut mengenai faktor pendorong dan detail pergerakan pasar ini, berikut adalah penjelasan lengkap seputar dinamika bursa saham global.
Apa yang menyebabkan bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mengalami penguatan signifikan pada akhir Juli 2026?
Penguatan bursa saham Asia-Pasifik pada hari tersebut terjadi setelah mengikuti reli kuat yang berlangsung di Wall Street, Amerika Serikat. Faktor utama yang menggerakkan pasar adalah kinerja keuangan yang solid dari perusahaan-perusahaan teknologi raksasa global serta tingginya optimisme pasar terhadap peningkatan belanja di sektor kecerdasan buatan. Selain itu, performa produk investasi berbasis semikonduktor seperti iShares Semiconductor ETF (SOXX) yang melesat lebih dari 8 persen turut memberikan dorongan positif bagi sektor teknologi secara keseluruhan.
Bagaimana rincian pergerakan indeks saham utama di Korea Selatan, Jepang, dan Australia?
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di Korea Selatan, indeks Kospi mencatatkan lonjakan luar biasa hingga lebih dari 13 persen. Lonjakan tajam ini didorong oleh kenaikan signifikan pada saham dua raksasa semikonduktor negara tersebut, yaitu SK Hynix dan Samsung Electronics. Kenaikan drastis ini bahkan sempat memicu penghentian perdagangan sementara di bursa setempat. Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang juga menguat lebih dari 3 persen, dan indeks S&P/ASX 200 di Australia mencatatkan kenaikan sebesar 0,89 persen.
Bagaimana kinerja laporan keuangan emiten teknologi besar memengaruhi pergerakan saham mereka di bursa?
Kinerja emiten teknologi raksasa menunjukkan hasil yang bervariasi namun tetap memberikan dampak besar bagi pergerakan pasar secara keseluruhan. Saham Amazon melonjak lebih dari 9 persen dalam perdagangan setelah jam bursa menyusul laporan pendapatan kuartal kedua yang melampaui estimasi analis berkat kuatnya bisnis komputasi awan. Microsoft juga mencatatkan lonjakan saham sebesar 16 persen setelah pertumbuhan bisnis cloud Azure miliknya melampaui ekspektasi pasar. Di sisi lain, Apple melaporkan pendapatan fiskal kuartal ketiga yang melampaui perkiraan berkat peningkatan penjualan iPhone sebesar 22 persen. Namun, saham Apple justru mengalami penurunan sekitar 6 persen dalam perdagangan setelah jam bursa akibat pendapatan dari unit bisnis layanannya yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Bagaimana situasi pasar obligasi dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat memengaruhi kondisi pasar saham sebelumnya?
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sebelum reli ini terjadi, pasar sempat mengalami tekanan yang cukup hebat. Pada hari Rabu di pekan yang sama, indeks Dow Jones anjlok lebih dari 1.100 poin, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak April 2025. Penurunan ini terjadi setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 30 tahun naik sebesar 6 basis poin hingga melewati level 5,2 persen, mendekati posisi tertinggi sejak tahun 2007. Meskipun sempat tertekan, menjelang perdagangan hari Jumat, indeks saham Amerika Serikat secara mingguan masih mencatatkan penguatan. Indeks Dow Jones naik sekitar 0,5 persen, S&P 500 menguat sekitar 0,4 persen, dan Nasdaq Composite bertambah sekitar 0,6 persen.
Bagaimana pandangan analis mengenai pergeseran tren investasi di pasar saham saat ini?
Menurut Richard Bernstein, Global Head of Macro and Customized Investing di Janus Henderson Investors, berkurangnya ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter berimplikasi pada berkurangnya likuiditas berlebih di pasar. Likuiditas berlebih inilah yang selama ini menopang reli pada saham-saham yang bersifat spekulatif. Akibatnya, terjadi pergeseran kepemimpinan di pasar saham, di mana dominasi kelompok Magnificent Seven mulai beralih ke perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental bisnis yang semakin membaik. Kondisi fundamental perusahaan kini menjadi fokus utama bagi para pelaku pasar di tengah penyesuaian ekspektasi suku bunga dan dinamika bursa saham global yang terus berubah.






