Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) turun tangan mengatasi persoalan keterlambatan serah terima unit hunian yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Danantara menyiapkan langkah penyelamatan melalui skema suntikan modal (equity injection) dengan kebutuhan dana mencapai Rp 456 miliar.
Keterlambatan penyelesaian proyek properti berbasis Transit Oriented Development (TOD) LRT City tersebut sebelumnya berdampak langsung kepada sekitar 2.000 pembeli unit hunian.
Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menyatakan bahwa intervensi modal ini ditempuh agar hak-hak konsumen dapat segera dipenuhi. Pihaknya menargetkan penyelesaian polemik serah terima unit ADCP rampung pada September 2026.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Tekanan Likuiditas dan Beban Proyek TOD
Pihak manajemen ADCP mengakui adanya kendala likuiditas yang menghambat percepatan penyelesaian konstruksi. Model bisnis ADCP berfokus pada pengembangan kawasan terintegrasi transportasi massal, yang mewajibkan perusahaan mengamankan lahan strategis di sekitar stasiun Commuter Line, LRT, dan BRT beserta sarana infrastruktur pendukungnya.
Hingga saat ini, ADCP tercatat mengelola 13 proyek berjalan (on-hand). Rinciannya, sebanyak 6 proyek telah selesai dan beroperasi鈥攎encakup 4 apartemen, 1 perumahan tapak (landed house), dan 1 menara perkantoran (office tower)鈥攕edangkan 7 proyek lainnya masih berada dalam tahap pembangunan.
Secara kumulatif, portofolio ADCP merangkum 9.839 unit hunian. Dari kapasitas tersebut, sebanyak 5.392 unit telah terjual kepada konsumen, namun realisasi serah terima baru menjangkau 2.575 unit.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Langkah Transisi bagi Konsumen Terdampak
Menjelang realisasi penyelesaian menyeluruh bersama Danantara, manajemen ADCP telah menyiapkan skema mitigasi sementara bagi konsumen yang terdampak keterlambatan jadwal serah terima. Solusi transisi tersebut meliputi penawaran relokasi unit maupun fasilitas pinjam pakai sementara pada unit yang telah berstatus siap huni (ready stock).
Selain mengejar target penyelesaian fisik hunian, ADCP menjalankan diversifikasi portofolio melalui pengoperasian aset komersial guna memperkuat arus pendapatan berulang (recurring income) di tengah upaya pemulihan stabilitas keuangan perseroan.






