Ke mana arah ekspansi investasi luar negeri Indonesia saat ini? Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai memperlihatkan langkah nyata dalam memperluas kepemilikan aset dan operasional bisnis ke panggung internasional. Lembaga pengelola investasi negara ini tercatat telah mengeksekusi sejumlah akuisisi serta mematangkan rencana ekspansi di kawasan Timur Tengah hingga Asia Tenggara.
Transformasi ini dirancang untuk memperkuat daya saing korporasi pelat merah agar mampu bersaing sebagai pelaku bisnis global secara terukur dan bertahap.
Portofolio Strategis di Mekah, Madinah, dan Sektor Pangan Dunia
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan sejumlah proyek internasional yang sudah dan sedang digarap. Di sektor properti dan fasilitas ibadah, Danantara telah merampungkan akuisisi hotel serta lahan di Mekah, Arab Saudi, yang diproyeksikan guna melayani kebutuhan jemaah haji asal Indonesia.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain di Mekah, Danantara tengah menyiapkan rencana investasi pada infrastruktur bandar udara di Madinah. Penetrasi di kawasan Timur Tengah juga mencakup sektor aviasi, di mana salah satu unit badan usaha di bawah Danantara telah mendapatkan penunjukan resmi untuk membangun fasilitas perawatan dan perbaikan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO).
Di tingkat global, diversifikasi portofolio Danantara telah merambah sektor industri pangan dengan menempatkan investasi di JBS, salah satu perusahaan protein terbesar di dunia.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Rencana Ekspansi Pegadaian ke Pasar Filipina
Ekspansi internasional Danantara juga diarahkan ke kawasan Asia Tenggara melalui sektor jasa keuangan. Danantara mendorong PT Pegadaian untuk memulai operasional internasional dan menjajaki komunikasi terkait rencana akuisisi perusahaan pergadaian di Filipina.
Langkah konsolidasi bisnis lintas negara ini dijalankan secara selektif per unit usaha. Penetrasi global dilakukan bertahap guna memastikan kesiapan operasional serta keberlanjutan investasi BUMN di masing-masing target pasar.






