Perjalanan usaha pembuatan kue yang ditekuni Dermiyanti berawal pada 2014. Saat pertama kali merintis usaha tersebut, kapasitas produksinya masih sangat terbatas. Peluang peningkatan skala bisnis mulai terbuka ketika Dermiyanti memutuskan untuk bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar pada 2018 dengan memanfaatkan pinjaman modal awal sebesar Rp 2 juta.
Seiring berjalannya waktu, Dermiyanti terus memanfaatkan fasilitas pendampingan usaha yang diberikan secara berkelanjutan. Berkat pengelolaan yang konsisten, plafon pinjamannya dari PNM bertumbuh hingga mendekati angka Rp 10 juta. Dukungan pembiayaan serta bimbingan tersebut berdampak langsung pada kapasitas operasional, di mana rumah produksi Dermiyanti kini mampu menghasilkan hingga 3.000 bolu setiap hari.
Inovasi Varian dan Perluasan Pasar
Pada 2024, PNM Mekaar memfasilitasi Dermiyanti untuk mengikuti program studi banding ke Bogor. Program ini membuka wawasannya untuk mempelajari dan mendalami berbagai resep kue baru. Setelah studi banding tersebut, Dermiyanti berhasil menyempurnakan resep hingga melahirkan dua varian produk andalan, yaitu Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Selain kedua varian unggulan tersebut, lini produk yang diproduksi juga mencakup brownies, bolu sarang semut, serta rainbow cake. Seluruh varian kue ini dipasarkan dengan harga Rp 15.000 per bolu. Jangkauan distribusi produknya telah merambah ke pasar di sejumlah daerah, meliputi Bangko, Sarolangun, hingga Tebo.
Pendampingan Legalitas dan Pemberdayaan
Pengembangan usaha Dermiyanti tidak hanya bertumpu pada aspek produksi dan pemasaran, melainkan juga pada legalitas usaha. Melalui pendampingan dari PNM Mekaar, Dermiyanti difasilitasi dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) guna memperkuat aspek perizinan usahanya.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Perkembangan unit usaha ini turut memberikan dampak pemberdayaan bagi masyarakat sekitar. Saat ini, rumah produksi Dermiyanti telah mempekerjakan sebanyak 15 orang karyawan, yang mana para pekerjanya juga merupakan nasabah Mekaar.
Direktur Utama PT PNM, Kindaris, turut menyoroti capaian tersebut sebagai wujud nyata keberhasilan pendampingan nasabah dalam memperbesar kapasitas usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja di lingkungan sekitar.






