tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Daya Beli Petani Sayuran-Buah Turun, Mentan Ungkap Biang Keroknya

Sri NugrohoDiterbitkan 2 Sep 2026 - 02.12 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Daya Beli Petani Sayuran-Buah Turun, Mentan Ungkap Biang Keroknya
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor hortikultura merosot 2,84 persen pada Agustus 2026. Penurunan ini menjadikan kelompok pembudidaya sayuran dan buah sebagai satu-satunya subsektor pertanian yang mengalami pelemahan indikator kesejahteraan di tengah tren kenaikan NTP nasional.

Secara keseluruhan, NTP nasional pada Agustus 2026 berada di level 129,19 atau naik 1,05 persen dibandingkan bulan Juli 2026. Pertumbuhan nasional tersebut ditopang oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,14 persen, yang mampu melampaui kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,09 persen. Sebagai indikator pengukur kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat di perdesaan, angka NTP nasional menunjukkan kondisi positif bagi sebagian besar komoditas.

Kondisi berbeda dialami petani hortikultura. Penurunan NTP sebesar 2,84 persen di subsektor ini dipicu oleh anjloknya indeks harga yang diterima petani sebesar 2,81 persen, sementara indeks harga yang harus dibayar petani justru naik tipis 0,03 persen.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Faktor Iklim dan Surplus Pasokan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa dinamika iklim menjadi salah satu pemicu utama fluktuasi pada komoditas sayuran dan buah. Kondisi musim kemarau dinilai memberikan dampak langsung terhadap siklus panen dan stabilitas pasokan komoditas hortikultura di lapangan.

Selain faktor cuaca, persoalan surplus produksi pada komoditas tertentu turut menekan harga di tingkat produsen. Amran mencontohkan komoditas bawang merah yang sempat mengalami lonjakan produksi cukup tinggi. Ketika pasokan melimpah melebihi serapan pasar, harga jual jatuh sehingga menekan pendapatan petani dan berujung pada penurunan NTP.

Baca Juga

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Kebutuhan Cold Storage dan Anggaran 2027

Menghadapi kerentanan harga komoditas yang mudah rusak seperti aneka sayuran, cabai, dan bawang merah, Kementerian Pertanian menilai penanganan masalah ini memerlukan fasilitas pascapanen yang memadai. Amran menyebut penyediaan ruang pendingin (cold storage) sebagai solusi permanen agar pasokan berlebih saat panen raya dapat disimpan dan tidak langsung menjatuhkan harga pasar.

Sebagai langkah lanjutan untuk menopang subsektor ini, pemerintah merencanakan peningkatan alokasi anggaran hampir dua kali lipat untuk sektor hortikultura pada tahun 2027 mendatang guna memperkuat infrastruktur dan stabilitas usaha tani.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PertanianBPS

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap