Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor hortikultura merosot 2,84 persen pada Agustus 2026. Penurunan ini menjadikan kelompok pembudidaya sayuran dan buah sebagai satu-satunya subsektor pertanian yang mengalami pelemahan indikator kesejahteraan di tengah tren kenaikan NTP nasional.
Secara keseluruhan, NTP nasional pada Agustus 2026 berada di level 129,19 atau naik 1,05 persen dibandingkan bulan Juli 2026. Pertumbuhan nasional tersebut ditopang oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,14 persen, yang mampu melampaui kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,09 persen. Sebagai indikator pengukur kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat di perdesaan, angka NTP nasional menunjukkan kondisi positif bagi sebagian besar komoditas.
Kondisi berbeda dialami petani hortikultura. Penurunan NTP sebesar 2,84 persen di subsektor ini dipicu oleh anjloknya indeks harga yang diterima petani sebesar 2,81 persen, sementara indeks harga yang harus dibayar petani justru naik tipis 0,03 persen.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Faktor Iklim dan Surplus Pasokan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa dinamika iklim menjadi salah satu pemicu utama fluktuasi pada komoditas sayuran dan buah. Kondisi musim kemarau dinilai memberikan dampak langsung terhadap siklus panen dan stabilitas pasokan komoditas hortikultura di lapangan.
Selain faktor cuaca, persoalan surplus produksi pada komoditas tertentu turut menekan harga di tingkat produsen. Amran mencontohkan komoditas bawang merah yang sempat mengalami lonjakan produksi cukup tinggi. Ketika pasokan melimpah melebihi serapan pasar, harga jual jatuh sehingga menekan pendapatan petani dan berujung pada penurunan NTP.
MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Kebutuhan Cold Storage dan Anggaran 2027
Menghadapi kerentanan harga komoditas yang mudah rusak seperti aneka sayuran, cabai, dan bawang merah, Kementerian Pertanian menilai penanganan masalah ini memerlukan fasilitas pascapanen yang memadai. Amran menyebut penyediaan ruang pendingin (cold storage) sebagai solusi permanen agar pasokan berlebih saat panen raya dapat disimpan dan tidak langsung menjatuhkan harga pasar.
Sebagai langkah lanjutan untuk menopang subsektor ini, pemerintah merencanakan peningkatan alokasi anggaran hampir dua kali lipat untuk sektor hortikultura pada tahun 2027 mendatang guna memperkuat infrastruktur dan stabilitas usaha tani.






