tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Defisit Transaksi Berjalan RI Tembus US$12,5 M, Setara 3,3% PDB!

Fitri LimbongDiterbitkan 24 Agu 2026 - 05.48 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Defisit Transaksi Berjalan RI Tembus US$12,5 M, Setara 3,3% PDB!
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) mencerminkan kondisi ketika total pengeluaran devisa untuk pembayaran impor barang, jasa, serta transfer pendapatan ke luar negeri melebihi total penerimaan devisa dari ekspor dan transfer masuk. Indikator makroekonomi ini menjadi rujukan utama dalam memantau ketahanan eksternal suatu negara.

Catatan Bank Indonesia menunjukkan defisit transaksi berjalan RI pada kuartal II-2026 membengkak hingga menyentuh US$ 12,5 miliar. Angka tersebut setara dengan 3,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), meningkat signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Perbandingan Angka Kuartal I dan Kuartal II-2026

Pergerakan neraca transaksi berjalan Indonesia mencatatkan lonjakan defisit tajam dalam rentang tiga bulan:

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454
  • Kuartal I-2026: Defisit transaksi berjalan berada di angka US$ 3,6 miliar atau sekitar 1,0% terhadap PDB.
  • Kuartal II-2026: Defisit transaksi berjalan melonjak menjadi US$ 12,5 miliar atau setara dengan 3,3% terhadap PDB.

Kenaikan defisit bersih sebesar US$ 8,9 miliar ini dipengaruhi oleh dinamika perdagangan barang migas, nonmigas, dan transaksi pendapatan.

Komponen Utama Pembentuk Defisit Transaksi Berjalan

Defisit pada kuartal II-2026 terbentuk dari pergeseran performa pada empat pos neraca transaksi berjalan:

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

1. Neraca Perdagangan Migas Defisit neraca perdagangan minyak dan gas (migas) tercatat makin melebar. Lonjakan ini dipicu oleh naiknya volume dan nilai impor minyak mentah serta produk olahan di tengah tingginya harga minyak mentah di pasar global.

2. Neraca Perdagangan Nonmigas Surplus neraca perdagangan barang nonmigas mengalami penyusutan. Penurunan surplus ini terjadi akibat laju impor komoditas nonmigas yang tinggi untuk menopang kebutuhan aktivitas perekonomian domestik yang terus berjalan.

3. Neraca Pendapatan Primer Defisit neraca pendapatan primer mengalami peningkatan seiring dengan melonjaknya pembayaran imbal hasil investasi dan pendapatan primer kepada investor nonresiden.

4. Neraca Pendapatan Sekunder Surplus pada neraca pendapatan sekunder鈥攜ang mencakup transfer personal dan hibah鈥攂erada pada posisi relatif stabil jika dibandingkan dengan pencapaian triwulan I-2026.

Penilaian dan Prospek Bank Indonesia

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa peningkatan defisit transaksi berjalan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diprakirakan bersifat temporer. Fluktuasi harga energi global serta siklus kebutuhan impor bahan baku dan pembayaran imbal hasil investasi musiman dinilai menjadi pemicu utama lonjakan tersebut, tanpa mengindikasikan pelemahan permanen pada fundamental eksternal.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaPDB

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap