Peristiwa gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada fasilitas penyimpanan pangan milik Perum Bulog. Meskipun terjadi kerusakan fisik pada bangunan fasilitas, manajemen Bulog memastikan ketersediaan komoditas beras di daerah tersebut tetap dalam kondisi terkendali dan aman untuk kebutuhan masyarakat.
Berikut adalah rangkuman tanya-jawab mengenai dampak gempa, langkah penanganan infrastruktur, serta status pasokan beras di NTT.
Bagaimana Kondisi Fasilitas Bulog Pascagempa di NTT?
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengonfirmasi bahwa terdapat 12 gudang Bulog di NTT yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi. Secara keseluruhan, NTT memiliki sekitar 46 unit gudang Bulog dengan total kapasitas daya tampung mencapai 50.400 ton.
Kerusakan fisik pada sebagian besar unit tersebut dilaporkan hanya terjadi pada bagian dinding, sehingga tumpukan stok beras tidak mengalami kerusakan langsung. Namun, unit gudang di wilayah Ruteng tercatat mengalami kerusakan cukup parah yang menyebabkan penurunan kapasitas simpan.
RSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak

Langkah Apa yang Diambil Bulog untuk Mengamankan Beras dan Memperbaiki Fasilitas?
Untuk menangani penurunan kapasitas di gudang Ruteng, Bulog menerapkan langkah mitigasi cepat:
- Pemindahan Stok Beras: Pasokan beras dipindahkan ke tenda darurat milik BNPB dan TNI.
- Pengamanan Komoditas: Beras diletakkan di atas palet kayu guna mencegah kelembapan dan rembesan air tanah.
- Instruksi Perbaikan: Manajemen pusat telah menugaskan Direktur SDM Perum Bulog untuk memimpin dan mempercepat proses perbaikan fisik pada 12 gudang yang terdampak.
Berapa Jumlah Stok Beras yang Tersedia di NTT Saat Ini?
Stok beras yang berada di seluruh gudang Bulog di NTT saat ini tercatat sebanyak 26.336 ton. Untuk memperkuat cadangan pangan wilayah, Bulog menjalankan skema mobilisasi nasional (movnas) dengan mendatangkan pasokan tambahan sebanyak 67.446 ton dari berbagai daerah penghasil:
- Nusa Tenggara Barat (NTB): 35.250 ton
- Jawa Timur: 20.646 ton
- Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat: 8.550 ton
- Jakarta: 3.000 ton
Melalui penambahan pasokan tersebut, total akumulasi stok beras yang dialokasikan Bulog untuk wilayah NTT mencapai 93.782 ton.
Jokowi Dikabarkan Terbang ke NTT Temui Korban Gempa di Sikka

Cukupkah Cadangan Beras untuk Bantuan Bencana dan Bantuan Pangan?
Kebutuhan total beras di NTT diproyeksikan berada di angka 46.368 ton. Angka proyeksi konsumsi ini mencakup sejumlah alokasi utama:
- Bantuan Tanggap Darurat Bencana: Kebutuhan awal sebesar 1.890 ton beras.
- Cadangan Antisipasi Masa Darurat: Penyiapan alokasi hingga 18.900 ton untuk mengantisipasi potensi perpanjangan masa tanggap darurat sebanyak 10 kali.
- Program Bantuan Pangan Presiden: Penyaluran sebesar 25.578 ton untuk 852.631 penerima bantuan pangan di NTT, dengan skema 10 kilogram per bulan per penerima selama tiga bulan.
Dengan proyeksi kebutuhan sebesar 46.368 ton dibandingkan dengan total pasokan yang disiapkan sebesar 93.782 ton, Bulog memperkirakan masih terdapat sisa surplus stok beras sekitar 47.414 ton untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan di NTT.






