tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Dinamika Ekonomi Pertahanan dan Ekspor Militer India ke Israel

Sri NugrohoDiterbitkan 3 Agu 2026 - 10.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dinamika Ekonomi Pertahanan dan Ekspor Militer India ke Israel
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ekonomi global modern mencakup berbagai sektor strategis, di mana industri pertahanan menjadi salah satu pendorong perputaran modal yang signifikan. Salah satu dinamika ekonomi pertahanan yang kini menjadi sorotan utama adalah hubungan perdagangan militer antara India dan Israel. Berdasarkan temuan terbaru dari organisasi Amnesty International, tercatat bahwa sejumlah perusahaan di India, baik yang berstatus milik negara maupun entitas swasta, telah mengirimkan pasokan militer dalam jumlah besar ke Israel. Pengiriman peralatan strategis ini terus berlangsung di tengah eskalasi konflik bersenjata yang sedang terjadi di wilayah Gaza. Laporan yang dipublikasikan dengan judul "Made in India: The Supply of Weapons and Ammunition to Israel" tersebut menyoroti bagaimana perputaran ekonomi dari sektor pertahanan ini tetap berjalan secara masif.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & Transportasi

Halaman

Laporan dari Amnesty International merinci volume perdagangan senjata yang menunjukkan skala besar dari aktivitas ekspor militer ini. Dalam periode antara Oktober 2023 hingga November 2025, tercatat setidaknya ada 2.596 pasokan militer yang dikirimkan dari India menuju Israel. Volume ekspor yang bernilai tinggi ini mencakup berbagai komponen vital yang secara langsung mendukung operasional militer. Secara lebih spesifik, total pengiriman tersebut mencakup 564.970 bagian persenjataan peledak. Kategori persenjataan peledak ini termasuk di dalamnya adalah hulu ledak drone dan selongsong peluru artileri. Selain perangkat peledak, data pengiriman juga mencatat adanya 390.516 suku cadang senjata ringan kelas militer, serta ratusan komponen yang diperuntukkan bagi kendaraan tempur.

Baca Juga

Realisasi Kepemilikan Rumah Pertama Melalui Fasilitas KPR Subsidi BNI

Realisasi Kepemilikan Rumah Pertama Melalui Fasilitas KPR Subsidi BNI

Pertumbuhan pesat dalam aktivitas ekspor militer ini tidak terlepas dari hubungan pertahanan yang semakin erat antara New Delhi dan Tel Aviv. Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi selama satu dekade terakhir, kemitraan strategis kedua negara tercatat mengalami percepatan yang sangat signifikan. Dinamika ekonomi pertahanan ini juga bersifat timbal balik, di mana India saat ini tercatat menempati posisi sebagai pembeli senjata Israel terbesar di dunia. Hubungan perdagangan ini tidak hanya sebatas transaksi ekspor dan impor standar, melainkan telah berkembang menjadi kemitraan produksi yang lebih terintegrasi. Beberapa produsen senjata asal Israel bahkan telah mendirikan fasilitas produksi di India melalui skema usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan lokal, yang semakin memperkuat rantai pasok industri pertahanan kedua negara.

Dari sudut pandang komersial, perusahaan-perusahaan India terus mendapatkan keuntungan finansial dengan memasok berbagai komponen dan amunisi yang ditujukan untuk sektor pertahanan Israel. Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, secara khusus menyoroti bagaimana keuntungan komersial ini tetap dikejar oleh entitas bisnis terkait di tengah penderitaan yang terus berlangsung di wilayah konflik. Callamard menegaskan bahwa pemerintah India seharusnya menyadari risiko besar di balik kebijakan yang memfasilitasi transfer senjata tersebut. Peringatan ini didasarkan pada adanya perintah tindakan sementara dari Mahkamah Internasional yang secara resmi mengakui adanya risiko genosida terhadap warga Palestina di wilayah Gaza. Keputusan untuk mengizinkan transfer senjata ini dinilai membawa risiko besar serta berkontribusi pada pelanggaran hukum internasional.

Baca Juga

Dampak Kebakaran Hutan dan Penurunan Kapasitas Energi Terhadap Infrastruktur Eropa

Dampak Kebakaran Hutan dan Penurunan Kapasitas Energi Terhadap Infrastruktur Eropa

Meskipun menghadapi sorotan dari komunitas internasional, pemerintah India tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu pendukung terkuat Israel dan secara tegas menolak berbagai seruan untuk memberlakukan embargo senjata. Menteri Urusan Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, memberikan pernyataan resmi pada Desember 2024 terkait aktivitas ekspor ini. Ia menegaskan bahwa masalah ekspor India dipandu sepenuhnya oleh kepentingan nasional negara tersebut serta komitmen terhadap berbagai rezim internasional. Sebagai konteks dari berjalannya perdagangan militer ini, kampanye militer Israel di Gaza diluncurkan sebagai respons atas serangan yang dilakukan oleh kelompok Hamas. Hingga Juli 2026, eskalasi konflik bersenjata ini tercatat telah mengakibatkan setidaknya 247.387 warga Palestina menjadi korban jiwa maupun luka-luka.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Industri PertahananEkonomi PertahananEkspor MiliterIndia dan Israel

Berita Terbaru Lainnya

Cara Mengelola Portofolio Investasi Saat Bursa Asia Melemah Akibat Sentimen GeopolitikPanduan Kinerja Keuangan dan Strategi Ekspansi PT VKTR Teknologi Mobilitas TbkDuduk Perkara Kasus Dugaan Penipuan dan Pencucian Uang Vicky PrasetyoCara Menghadapi Kedaruratan di Laut bagi Sopir Ekspedisi LogistikRealisasi Kepemilikan Rumah Pertama Melalui Fasilitas KPR Subsidi BNIDampak Kebakaran Hutan dan Penurunan Kapasitas Energi Terhadap Infrastruktur EropaCara Mengatur Ulang Anggaran Transportasi Bisnis Digital Pasca Penurunan Harga BBMMengupas Program Orientasi Kerja BPJS Ketenagakerjaan dan Fakta Pelatihan Berjalan di Atas Api

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap