tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Finansial

Dirut BTN Ungkap Kinerja BSN, Cost of Fund 2,7 Persen dan NPL di Bawah 3 Persen

Lidya RumbayanDiterbitkan 10 Sep 2026 - 12.01 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dirut BTN Ungkap Kinerja BSN, Cost of Fund 2,7 Persen dan NPL di Bawah 3 Persen
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat perkembangan positif dari lini perbankan syariahnya, Bank Syariah Nasional (BSN). Kinerja operasional maupun keuangan BSN dilaporkan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang solid, baik dari sisi ekspansi bisnis maupun perolehan laba.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu memaparkan bahwa salah satu indikator utama dari capaian positif tersebut adalah efisiensi pengelolaan dana. Dari aspek biaya dana atau cost of fund, BSN mampu mencatatkan efisiensi yang sangat baik, bahkan lebih unggul dibandingkan dengan kinerja bank induknya.

Efisiensi Dana dan Kualitas Pembiayaan Terjaga

Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bahwa cost of fund BSN berada pada posisi yang terjaga di level 2,7 persen. Capaian rasio biaya dana tersebut dinilai lebih baik daripada struktur biaya dana yang dicatatkan oleh BTN sebagai entitas induk.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Selain efisiensi biaya dana, BSN juga berhasil menjaga kualitas portofolio penyaluran dananya secara terukur. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BSN yang bertahan di bawah angka 3 persen.

Menurut Nixon, kualitas pembiayaan tersebut didorong oleh tingginya kedisiplinan nasabah pada segmen pembiayaan syariah di lapisan bawah. Jika dibandingkan dengan segmen non-syariah, nasabah pada segmen syariah di tingkat bawah dinilai jauh lebih berdisiplin dalam memenuhi kewajiban pembiayaannya.

Dampak Spin-Off dan Prospek Pertumbuhan

Langkah pemisahan usaha atau spin-off dari Unit Usaha Syariah (UUS) BTN menjadi Bank Syariah Nasional (BSN) diyakini membawa dampak positif jangka panjang. Pemisahan kelembagaan ini memberikan keleluasaan serta fleksibilitas yang lebih besar bagi manajemen BSN dalam merancang dan memperluas portofolio produk syariah yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Secara kinerja neraca, BSN membukukan ekspansi aset yang signifikan. Berdasarkan laporan kinerja per Juni 2026, total aset BSN melonjak 20,1 persen secara tahunan (year-on-year) hingga mencapai Rp 78,8 triliun. Realisasi aset tersebut berhasil melampaui target yang ditetapkan untuk periode semester I dengan tingkat ketercapaian sebesar 100,8 persen.

Menatap sisa tahun berjalan pada 2026, manajemen BSN mematok sejumlah target pertumbuhan bisnis. Hingga akhir tahun 2026, BSN menargetkan total perolehan aset menyentuh kisaran Rp 87 triliun. Di samping itu, target penyaluran pembiayaan diarahkan mencapai Rp 66 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan menyentuh nominal Rp 69 triliun.

Sumber: Republika

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BTN

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap