Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Bambang Ismawan membeberkan kondisi terkini mengenai porsi cadangan serta sumber daya batu bara yang dikelola oleh perseroan. Meski berstatus sebagai satu-satunya perusahaan tambang batu bara milik negara di Indonesia, kepemilikan cadangan PTBA tercatat masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total cadangan batu bara nasional.
Berdasarkan data perusahaan, PTBA saat ini menguasai sumber daya batu bara sebesar 5,71 miliar ton dengan jumlah cadangan mencapai 2,88 miliar ton. Jika dibandingkan dengan cadangan batu bara nasional yang berada di kisaran 97,96 miliar ton, porsi cadangan milik PTBA tercatat sekitar 9,01%. Sementara itu, porsi sumber daya batu bara yang dimiliki perseroan berada di level 5,83% dari total sumber daya nasional.
Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Peta Produksi dan Realisasi DMO
Besaran cadangan dan sumber daya tersebut turut memengaruhi posisi operasional perseroan di peta industri batu bara nasional. Dari sisi kapasitas produksi, PTBA menempati peringkat kelima di antara jajaran produsen batu bara besar di Tanah Air. Posisi produksi di atas PTBA secara berurutan ditempati oleh PT Bumi Resources, Adaro Indonesia, Bayan Group, dan Sinar Mas Group.
Kendati menempati peringkat kelima dari segi produksi serta menguasai porsi cadangan di bawah 10% nasional, PTBA tetap mencatatkan komitmen tinggi terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, setiap produsen diwajibkan memenuhi alokasi pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) minimal sebesar 25% dari total produksi.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Dalam realisasinya pada kurun waktu 2021 hingga 2025, realisasi pasokan DMO PTBA konsisten berada jauh melampaui kewajiban minimal tersebut. Realisasi DMO perseroan tercatat mencapai lebih dari 54%, atau setara dengan lebih dari dua kali lipat kuota yang ditetapkan oleh regulasi.






