Penguatan ekosistem dan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Indonesia memegang peranan krusial sebagai motor penggerak bagi pengembangan industri sekaligus menjadi daya tarik utama bagi masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik di Tanah Air.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, saat berdialog dengan Bunga Cinka dalam program AutoBizz di CNBC Indonesia. Penguatan menyeluruh dari hulu hingga hilir dinilai sangat menentukan keberhasilan transisi mobilitas ramah lingkungan di Indonesia.
Keterbatasan SPKLU Motor Listrik dan Kesiapan Bengkel
Salah satu tantangan nyata di lapangan saat ini menyangkut ketersediaan fasilitas pengisian daya umum. Mayoritas unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia saat ini masih difokuskan untuk mobil listrik, sementara infrastruktur pengisian daya umum bagi sepeda motor listrik masih tergolong cukup terbatas.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Kondisi tersebut memerlukan perhatian serius, terlebih seiring dengan langkah peluncuran program Motor Listrik Nasional (MOLINAS). Pelaksanaan program MOLINAS diharapkan mendapat dukungan penuh lewat penguatan infrastruktur pengisian daya seperti SPKLU serta kesiapan bengkel perawatan dan perbaikan untuk motor maupun mobil listrik guna menjamin kenyamanan konsumen.
Peran Program MOLINAS, Pembiayaan, dan Insentif Pemerintah
Keberadaan program MOLINAS diharapkan dapat menjadi pendorong efektif dalam mengakselerasi tingkat adopsi sepeda motor listrik di Indonesia. Percepatan adopsi ini ditargetkan berjalan beriringan dengan penguatan rantai ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh di berbagai wilayah.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Selain pembenahan fasilitas pengisian daya dan bengkel, faktor kemudahan akses pembiayaan bagi calon konsumen serta kejelasan rencana insentif dari pemerintah turut menjadi elemen penentu. Sinergi antara ketersediaan infrastruktur, kemudahan pembiayaan, dan stimulus insentif diharapkan dapat menghilangkan keraguan masyarakat dalam memiliki serta mengoperasikan motor listrik untuk aktivitas harian.






