tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

DPR dan Kabinet Bahas Kasus Agraria, Nasib 73 Ribu Hektare Sawah Kawasan Hutan

Andi SompaDiterbitkan 11 Agu 2026 - 18.48 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
DPR dan Kabinet Bahas Kasus Agraria, Nasib 73 Ribu Hektare Sawah Kawasan Hutan
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Bagaimana nasib kepemilikan lahan Anda jika tiba-tiba dinyatakan masuk ke dalam kawasan hutan negara? Pertanyaan ini kerap membayangi masyarakat, khususnya para petani dan pelaku ekonomi di pedesaan yang menggantungkan hidupnya dari sektor agraria. Kejelasan status tanah menjadi kunci penting untuk menjamin kelangsungan usaha dan produktivitas ekonomi daerah. Guna mencari jalan keluar atas berbagai hambatan administratif dan sengketa lahan yang masih menumpuk, DPR RI mengambil langkah cepat dengan mempertemukan pihak-pihak terkait. Langkah koordinasi ini menjadi sorotan utama ketika Dasco Kumpulkan Menhut hingga Mendes Bahas Kasus Agraria demi merumuskan solusi nyata bagi masyarakat.

Pertemuan penting tersebut berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa (11/8). Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam memimpin jalannya diskusi strategis ini, Dasco tidak sendiri. Ia didampingi oleh dua pimpinan DPR lainnya, yaitu Cucun Ahmad Syamsurizal dari Fraksi PKB dan Saan Mustopa dari Fraksi NasDem. Kehadiran para pimpinan legislatif ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah pertanahan di Indonesia kini menjadi prioritas mendesak yang memerlukan pengawasan ketat serta komitmen politik yang kuat dari parlemen.

Dari sisi eksekutif, sejumlah menteri kabinet yang bertanggung jawab di sektor agraria turut hadir untuk memberikan laporan serta menyelaraskan langkah. Perwakilan pemerintah yang datang ke Kompleks Parlemen meliputi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Kehadiran para menteri ini sangat krusial mengingat penyelesaian kasus pertanahan sering kali terhambat oleh ego sektoral antar-kementerian yang memiliki wewenang berbeda atas satu objek lahan yang sama.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Salah satu temuan paling mencolok yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masalah tumpang tindih lahan pertanian produktif. Rapat menyoroti adanya sekitar 73.000 hektare sawah milik masyarakat yang secara administratif tercatat masuk ke dalam kawasan hutan. Masalah ini tentu saja berdampak langsung pada kepastian hukum bagi para petani. Tanpa status tanah yang jelas, petani kesulitan mendapatkan akses pembiayaan perbankan resmi atau program bantuan pemerintah secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi data antara Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan menjadi agenda mendesak yang harus segera diselesaikan agar lahan produktif tersebut dapat dikelola secara legal dan aman.

Meskipun upaya penyelesaian terus berjalan, jalan menuju penuntasan konflik agraria ini masih menghadapi tantangan besar. Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa Panitia Khusus (Pansus) Agraria yang sebelumnya telah dibentuk oleh DPR ternyata belum bisa menghasilkan banyak rekomendasi atau solusi konkret yang signifikan. Sebagai langkah alternatif untuk mempercepat penyelesaian hambatan tersebut, pemerintah kini telah membentuk tim lintas kementerian yang khusus ditugaskan untuk menangani dan menyelesaikan berbagai kasus agraria yang mendesak.

Baca Juga

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Bagi masyarakat lokal dan pelaku ekonomi daerah, keberadaan tim lintas kementerian ini memberikan harapan baru, meskipun hasil kerjanya masih harus terus dikawal dan dipantau perkembangannya. Ketidakpastian mengenai seberapa cepat tim ini dapat menyelesaikan sengketa 73.000 hektare sawah tersebut tetap menjadi catatan penting. Publik berharap koordinasi erat antara DPR dan jajaran menteri kabinet ini dapat segera melahirkan kebijakan taktis yang melindungi hak-hak atas tanah rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis agraria yang berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPR RI

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap