tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi & Bisnis

DPR Soroti Fenomena Cicil Utang KDKMP Meski Modal Belum Cair

Wulan WijayaDiterbitkan 2 Sep 2026 - 00.32 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
DPR Soroti Fenomena Cicil Utang KDKMP Meski Modal Belum Cair
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

JAKARTA — Komisi VI DPR RI menyoroti kondisi sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di daerah yang mulai menanggung beban cicilan dari alokasi Dana Desa, meski modal usaha belum diterima dan operasional belum berjalan.

Persoalan tersebut disampaikan anggota Komisi VI DPR RI Zulfikar Hamonangan dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi Ferry Julianto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9).

Zulfikar mengungkapkan, berdasarkan data di daerah pemilihannya di wilayah Tangerang Raya, terdapat sekitar 350 Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk maupun mulai berjalan. Namun, hampir separuh dari entitas tersebut masih terkendala pencairan modal kerja.

"Sehingga hari ini, hampir 50 persen dari Koperasi Merah Putih yang ada belum mendapatkan permodalan usaha kepada mereka," ujar Zulfikar dalam rapat tersebut.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kendala Verifikasi dan Pendataan Digital

Keterlambatan penyaluran modal usaha KDKMP terjadi akibat proses administrasi yang belum tuntas di lapangan. Sebagian koperasi tercatat belum menjalani survei ulang, sementara sebagian lainnya belum rampung diinput ke dalam sistem pendataan daring untuk verifikasi kelayakan dukungan pembiayaan.

Kondisi tersebut dinilai memberatkan struktur keuangan desa, mengingat kewajiban angsuran pembiayaan telah berjalan mendahului realisasi pencairan dana usaha koperasi.

Selain persoalan permodalan, Zulfikar mendorong Kementerian Koperasi mengalokasikan anggaran program pelatihan yang menyasar generasi muda, khususnya Generasi Z. Keterlibatan anak muda pada sektor perkoperasian dinilai masih rendah lantaran belum melihat prospek ekonomi yang menjanjikan di tingkat desa.

Baca Juga

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

KPK Dalami Nusron Wahid di Kasus Summarecon, Presiden Tak Ikut Campur

Mendorong KDKMP Menjadi Agregator Komoditas Desa

Untuk membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan, Zulfikar meminta arah operasional Koperasi Merah Putih tidak sekadar dijadikan kepanjangan tangan penjualan produk atau peritel dari korporasi besar dan BUMN pangan.

Koperasi desa semestinya bertindak sebagai agregator yang menyerap hasil panen dan produksi masyarakat desa, mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan.

KDKMP diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi dari para petani dan peternak lokal. Komoditas yang telah dihimpun koperasi tersebut kemudian disuplai dan dijual langsung kepada Perum Bulog untuk menjaga stabilitas rantai pasok dan memperkuat pendapatan warga desa.

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPR RIkoperasi merah putihKDKMPKementerian Koperasi

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator · 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan · 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning · 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis · 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik · 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap