Sebuah insiden kecelakaan maut yang melibatkan helikopter serang AH-64 Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) terjadi di sebuah ladang di kawasan Salado, Texas, pada Rabu, 12 Agustus 2026 waktu setempat. Helikopter tempur yang diketahui berpangkalan di Fort Hood tersebut mengalami jatuh bebas hingga terbakar di area ladang ketika tengah menjalankan operasi militer. Musibah kecelakaan fatal ini mengakibatkan dua orang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat yang berada di dalam helikopter tersebut tewas.
Menurut keterangan dari otoritas setempat, Kantor Sheriff Bell County pertama kali menerima panggilan darurat 911 terkait kecelakaan helikopter tersebut pada sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Petugas yang merespons panggilan darurat tersebut segera tiba di lokasi dan mendapati bahwa helikopter AH-64 Apache sudah dalam kondisi jatuh dan terbakar. Mengenai penanganan musibah ini, Cliff Coleman bertindak sebagai juru bicara Kantor Sheriff Bell County dan menyampaikan keterangan kepada awak media sebagaimana dikutip oleh NBC News pada Kamis, 13 Agustus 2026. Untuk menangani keadaan darurat dan mengamankan lokasi terdampak, tim pemadam kebakaran, personel militer, serta aparat penegak hukum secara bersama-sama dikerahkan ke tempat kejadian.
Setelah ditemukan di lokasi jatuhnya helikopter, kedua tentara yang menjadi korban dalam kecelakaan maut ini langsung dievakuasi menuju Pusat Medis Angkatan Darat Carl R. Darnall. Namun, kedua tentara tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke fasilitas medis Angkatan Darat tersebut. Pihak otoritas militer sejauh ini memilih untuk belum mengumumkan identitas resmi dari kedua tentara yang tewas tersebut. Identitas para korban ditahan atau belum dirilis ke publik karena pihak militer masih menunggu dan menyelesaikan proses pemberitahuan resmi kepada pihak keluarga terdekat dari masing-masing tentara.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Dampak dari jatuhnya helikopter serang ini juga memicu terjadinya kebakaran besar yang dengan cepat menghanguskan area lahan di sekitar lokasi kejadian di Salado. Akibat kebakaran lahan yang terus meluas tersebut, otoritas keamanan mengambil tindakan pencegahan dengan melakukan evakuasi terhadap warga di sejumlah wilayah di sekitar lokasi kecelakaan. Walaupun kebakaran lahan sempat meluas dan melahap area di sekitarnya, otoritas berwenang melaporkan bahwa tidak ada bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak ada korban cedera tambahan yang tercatat akibat kecelakaan helikopter tersebut.
Peristiwa maut ini juga mendapatkan tanggapan langsung dari pemerintah negara bagian. Gubernur Texas Greg Abbott menyampaikan konfirmasi mengenai insiden kecelakaan ini melalui sebuah unggahan di platform media sosial X. Dalam pernyataan tersebut, Gubernur Greg Abbott menyatakan bahwa sebuah helikopter Apache telah jatuh di Bell County saat operasi Fort Hood sedang berlangsung dan menewaskan dua orang anggota militer. Pihak Fort Hood sendiri mengonfirmasi secara resmi bahwa helikopter AH-64 Apache yang jatuh tersebut memang tengah aktif menjalankan operasi militer saat peristiwa itu terjadi.
Sugiono Ungkap Pentingnya Kehadiran Indonesia di KTT BRICS ke-18 India

Secara teknis, helikopter AH-64 Apache dikenal sebagai helikopter serang bermesin ganda yang memiliki empat bilah rotor. Helikopter ini dirancang khusus untuk menjalankan peran sebagai platform tempur udara serta sebagai peluncur berbagai jenis persenjataan militer. Menindaklanjuti kecelakaan fatal ini, penanganan insiden kini beralih pada proses penyelidikan mendalam. Penyelidikan kecelakaan helikopter ini dipimpin secara langsung oleh Divisi Investigasi Kriminal Fort Hood untuk mengetahui dan mengidentifikasi penyebab pasti dari jatuhnya alutsista tersebut.






