tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Regulasi Ekonomi

Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

Wulan WijayaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 03.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Edukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pernikahan dini masih menjadi salah satu tantangan besar yang berdampak langsung pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Di tengah upaya meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas ekonomi, pencegahan pernikahan di bawah umur menjadi langkah strategis agar generasi muda terhindar dari ancaman kemiskinan. Menyadari pentingnya hal ini sebagai fondasi masa depan yang berkualitas, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat mengambil inisiatif proaktif. Mereka menyelenggarakan program edukasi khusus bagi para pelajar di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, untuk menekan angka pernikahan usia dini yang berisiko menghambat potensi ekonomi masa depan anak bangsa.

Apa tujuan utama dari program sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang diadakan oleh Kanwil Kemenkum Sulbar?

Tujuan utama dari kegiatan sosialisasi ini adalah membangun kesadaran hukum di kalangan generasi muda agar mereka mampu mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan. Program penyuluhan hukum keliling ini secara resmi mengusung tajuk "Wujudkan Generasi Sadar Hukum, Penyuluh Hukum Kemenkum Gelar Sosialisasi Batas Usia Perkawinan di Sekolah". Dengan mengangkat tema "Pencegahan Pernikahan Dini", kegiatan edukatif ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai batas usia perkawinan yang sah beserta konsekuensi hukumnya. Kepala Kanwil Kemenkum Sulbar, Saefur Rochim, berharap para siswa tidak hanya sekadar memahami aturan, tetapi juga mampu bertindak sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk aktif mengampanyekan pencegahan pernikahan dini.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Di mana dan kapan kegiatan edukasi hukum mengenai batas usia pernikahan ini diselenggarakan?

Kegiatan penyuluhan hukum keliling ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Mamuju pada hari Kamis. Pemilihan lokasi di sekolah menengah atas sangat tepat sasaran, mengingat para pelajar di tingkat ini berada pada fase transisi remaja yang rentan terhadap isu pernikahan dini. Edukasi yang diberikan secara langsung di lingkungan sekolah Kabupaten Mamuju ini merupakan langkah preventif yang konkret, dengan harapan para siswa dapat menyerap informasi tersebut secara optimal di lingkungan belajar mereka.

Baca Juga

Optimalisasi Peluang Ekonomi Agribisnis dari Kebijakan Kebun Tebu Pabrik Rafinasi

Optimalisasi Peluang Ekonomi Agribisnis dari Kebijakan Kebun Tebu Pabrik Rafinasi

Siapa saja pihak dan narasumber yang terlibat langsung dalam penyampaian materi sosialisasi?

Untuk penyampaian materi, Tim Penyuluh Hukum Kanwil Kemenkum Sulbar hadir secara khusus sebagai narasumber utama. Tim tersebut terdiri dari Mardiana, yang menjabat sebagai Penyuluh Hukum Ahli Muda, bersama dengan Ramli R. Kehadiran mereka disambut dengan sangat positif oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 3 Mamuju, Dewandri, menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan wawasan hukum yang sangat krusial bagi para siswa, terutama dalam menghadapi tantangan pernikahan dini yang masih kerap terjadi di tengah masyarakat.

Berapakah ketentuan batas usia minimal untuk melangsungkan pernikahan menurut hukum yang berlaku di Indonesia saat ini?

Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber menjelaskan secara rinci landasan hukum yang berlaku di Indonesia saat ini. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pemerintah telah menetapkan aturan yang setara bagi semua warga negara. Batas usia minimal untuk menikah bagi laki-laki dan perempuan kini ditetapkan sama, yakni 19 tahun. Aturan ini dibuat untuk memastikan bahwa setiap individu yang akan memasuki jenjang pernikahan telah memiliki kesiapan yang matang.

Baca Juga

Strategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKN

Strategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKN

Bagaimana dampak negatif dari pernikahan dini terhadap potensi sosial dan ekonomi para remaja?

Pernikahan dini membawa serangkaian risiko negatif yang sangat berdampak pada masa depan remaja, terutama dari sudut pandang sosial dan ekonomi. Para narasumber menguraikan bahwa risiko tersebut mencakup gangguan kesehatan reproduksi serta ketidaksiapan mental dalam membina rumah tangga. Lebih jauh lagi, dari sisi ekonomi, pernikahan dini menjadi salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah. Terhentinya pendidikan formal ini secara langsung membatasi peluang generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dampak sosial dan ekonomi yang beruntun ini pada akhirnya berpotensi memunculkan lingkaran kemiskinan baru di masyarakat, yang tentunya akan menghambat kemajuan ekonomi daerah.

Apa langkah tindak lanjut yang direncanakan oleh Kanwil Kemenkum Sulbar setelah pelaksanaan sosialisasi ini?

Sebagai bentuk komitmen terhadap program yang berkelanjutan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulbar telah menyusun rencana tindak lanjut yang terukur. Pihaknya akan menjadwalkan kunjungan lanjutan dalam tiga bulan ke depan untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan. Selain itu, terdapat rencana strategis untuk menjadikan SMA Negeri 3 Mamuju sebagai salah satu sekolah binaan sadar hukum yang berada di bawah koordinasi langsung Kemenkum Sulbar. Saefur Rochim menambahkan bahwa melalui program penyuluhan hukum yang berkelanjutan ini, diharapkan kesadaran hukum masyarakat dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih tertib, aman, dan berkeadilan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pernikahan dinikemenkum sulbaredukasi hukummamujuekonomi sosial

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Hasil Sidang Sosek Malindo ke-39 dalam Penguatan Ekonomi dan Perbatasan RI-MalaysiaPrabowo Resmikan KPR Subsidi Rp 880 Miliar dan Imbau Kepala Daerah Tidak Mobilisasi Warga5 Kantor Pemkab Gowa Digeledah Terkait Dugaan Korupsi Seragam Rp16 MiliarCara Menyesuaikan Tata Kelola Sampah dengan Sistem Baru Pemprov DKI JakartaPanduan Regulasi Disiplin PPPK, Studi Kasus Penanganan Hukum Pegawai di BulelengSistem Pembayaran Contactless EMV MRT JakartaOptimalisasi Peluang Ekonomi Agribisnis dari Kebijakan Kebun Tebu Pabrik RafinasiStrategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKN

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Prabowo Resmikan KPR Subsidi Rp 880 Miliar dan Imbau Kepala Daerah Tidak Mobilisasi Warga

Ekonomi & Keuangan

Prabowo Resmikan KPR Subsidi Rp 880 Miliar dan Imbau Kepala Daerah Tidak Mobilisasi Warga

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap