tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Ekonom, Indonesia Perlu Perkuat Sektor Eksternal untuk Stabilkan Rupiah

Lidya RumbayanDiterbitkan 31 Agu 2026 - 10.01 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonom, Indonesia Perlu Perkuat Sektor Eksternal untuk Stabilkan Rupiah
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Sistem dan arah kebijakan ekonomi Indonesia dinilai perlu lebih berorientasi keluar (outward looking) melalui penguatan sektor eksternal. Langkah ini dipandang krusial guna mempertebal cadangan devisa nasional sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka panjang.

Pandangan tersebut disampaikan Ekonom Senior Didik J Rachbini. Menurutnya, perekonomian Indonesia membutuhkan peningkatan volume transaksi bisnis yang mampu mendatangkan penerimaan signifikan dari luar negeri, ketimbang terus bertumpu pada serapan pasar dan konsumen domestik semata.

Pengembangan kebijakan ekonomi berbasis ekspor dinilai menjadi fondasi utama untuk menarik aliran devisa dolar AS dalam jumlah besar. Pasokan devisa yang kuat dan berkesinambungan tersebut merupakan elemen penting untuk menopang ketahanan nilai tukar rupiah.

Baca Juga

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Keterbatasan Tumpuan Ekonomi Domestik

Didik memaparkan bahwa aktivitas ekonomi di pasar domestik memang memegang peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, memberikan keuntungan bagi dunia usaha, serta mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Kendati demikian, transaksi di dalam negeri tidak secara langsung menghasilkan pemasukan devisa segar ke kas negara.

Tantangan struktur devisa Indonesia terlihat saat disandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Pada akhir Juli 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat berada di kisaran 145,3 miliar dolar AS.

Angka tersebut terpaut jauh di bawah cadangan devisa Singapura yang mencapai sekitar 426,2 miliar dolar AS. Sementara itu, Thailand mengantongi cadangan devisa sekitar 279,2 miliar dolar AS atau hampir dua kali lipat dari posisi Indonesia. Adapun Malaysia, dengan jumlah populasi yang lebih sedikit, mencatatkan cadangan devisa sekitar 132,6 miliar dolar AS.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Keterbatasan Kebijakan Suku Bunga

Kondisi sektor eksternal yang belum kompetitif dinilai akan membatasi efektivitas bauran kebijakan moneter dalam meredam tekanan kurs. Didik mengingatkan bahwa tanpa penguatan daya saing ekspor dan fondasi devisa dari luar negeri, stabilitas mata uang tidak bisa hanya dibebankan kepada otoritas moneter.

Dalam proyeksi lima tahun ke depan, Bank Indonesia dinilai akan menghadapi keterbatasan dalam menjaga rupiah agar tetap kuat dan stabil jika hanya mengandalkan instrumen penyesuaian suku bunga tanpa diimbangi perbaikan fundamental di sektor eksternal.

Sumber: Republika

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaNilai Tukar Rupiahcadangan devisa

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap