Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino di Indonesia telah mencapai intensitas sangat kuat. Berdasarkan Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III Agustus 2026 yang dirilis pada 2 September 2026, indeks ENSO rata-rata periode Juni hingga Agustus menyentuh angka 2,2. Kondisi ini mempercepat pengeringan vegetasi dan meningkatkan kerentanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah.
Dampak kekeringan ekstrem tersebut memicu sejumlah titik api pada Minggu (6/9). Di Jawa Tengah, kebakaran lahan melanda kawasan Bukit Talang, Desa Talang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, seluas 2 hektare sebelum berhasil dipadamkan petugas gabungan pada sore hari tanpa korban jiwa. Pada hari yang sama, kobaran api membakar 4 hektare lahan di Desa Bentak, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, serta 6,05 hektare lahan di tiga desa di Kabupaten Banyumas, yakni Desa Gunung Wetan, Desa Wlahar, dan Desa Kalisube.
Sopir Travel Ditembak Mati KKB di Wamena, Pelaku Diburu

Kebakaran juga terdeteksi di luar Pulau Jawa. Di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, karhutla seluas 4 hektare melanda Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, cuaca panas terik dan kering membuat sebaran api merambat dengan sangat cepat.
Wilayah Prioritas dan Peringatan Kekeringan
Menghadapi lonjakan titik api, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah memfokuskan pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Truk Diduga Alami Rem Blong Tabrak Mobil Parkir dan Dua Bangunan di Jalur Puncak Bogor

BMKG turut mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan kategori Siaga di puluhan kabupaten/kota yang membentang dari Sumatra Selatan, Bangka Belitung, seluruh pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku. Pemetaan BMKG per 8 September 2026 menandai sebagian besar lapisan atas permukaan tanah di wilayah-wilayah tersebut masuk kategori mudah terbakar (kuning) hingga sangat mudah terbakar (merah).






