Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur yang diselenggarakan di Novotel Samator Surabaya resmi menetapkan Emil Elestianto Dardak sebagai calon tunggal Ketua DPD Demokrat Jatim untuk periode 2026–2031. Seluruh pemegang hak suara dalam forum tersebut sepakat mengajukan nama Emil secara aklamasi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyatakan bahwa dukungan terhadap Emil datang secara bulat dari seluruh pemegang suara. Kesepakatan aklamasi tersebut didukung secara kompak oleh 38 DPC Demokrat tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur, DPD Demokrat Jawa Timur, serta jajaran DPP Partai Demokrat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Target Kursi Legislatif Tiap Dapil
Setelah penetapan sebagai calon tunggal, Emil Dardak menetapkan target strategis untuk pemenangan pemilu legislatif di seluruh tingkatan. Ia menargetkan setiap daerah pemilihan (dapil) di wilayah Jawa Timur mampu mengamankan minimal satu wakil legislatif dari Partai Demokrat, mulai dari tingkat DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI.
Restu Khofifah dan Dukungan Tokoh Agama
Musda VII ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam kesempatan itu, Khofifah mengapresiasi dukungan Partai Demokrat yang mendampinginya dalam dua kali proses pemilihan gubernur tanpa mahar sejak ia memimpin Jawa Timur pada 2019. Khofifah juga menyampaikan doa dan harapannya agar momentum Musda ke-7 menjadi jalan pertolongan bagi Emil Dardak untuk kelak menjadi komandan nomor satu di Provinsi Jawa Timur.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Dorongan serupa datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim, yang hadir langsung di lokasi acara. Kiai Asep menegaskan komitmennya untuk tidak ragu mendoakan serta siap berada di barisan paling depan guna mendukung Emil Dardak melanjutkan kepemimpinan sebagai Gubernur Jawa Timur berikutnya menggantikan Khofifah.






