tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Evaluasi Program Pangan dan Ekonomi, Tantangan MBG dan Target Kesejahteraan Nelayan

Wahyu SuryaniDiterbitkan 13 Agu 2026 - 00.54 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Evaluasi Program Pangan dan Ekonomi, Tantangan MBG dan Target Kesejahteraan Nelayan
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Pemerintah terus berupaya mengevaluasi jalannya berbagai program strategis nasional demi memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 untuk 10 Provinsi di JB Tower, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Tokoh yang akrab disapa Zulhas ini mengakui bahwa selama hampir dua tahun jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, belum semua program berjalan dengan lancar, termasuk program makanan bergizi (MBG).

Kendala utama yang membayangi program MBG ini bersumber dari adanya tindakan penyelewengan di lapangan. Zulhas mengungkapkan bahwa terdapat berbagai masalah seperti tindakan culas, pencurian atau maling, hingga penyalahgunaan dalam pelaksanaan program makanan bergizi tersebut. Selain permasalahan pada program MBG, persoalan perencanaan juga terjadi pada rencana pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Beberapa koperasi tersebut kedapatan ditempatkan di wilayah pegunungan yang tidak dapat diakses oleh orang naik maupun kendaraan mobil.

Dampak dari penyalahgunaan dalam program MBG kini tengah diselesaikan, di mana proses hukum sudah berjalan. Pemerintah bekerja keras untuk menertibkan pihak-pihak yang terbukti melakukan kecurangan tersebut demi mengembalikan integritas program. Di sisi lain, potret sektor pangan nasional menunjukkan hasil yang positif pada beberapa komoditas. Sektor beras dan garam konsumsi mencatatkan keberhasilan karena saat ini sebagian besar sudah tidak bergantung pada impor. Sebagai perbandingan, realisasi impor beras pada tahun 2024 sempat mencapai angka 4,5 juta ton, namun pada tahun 2025 untuk pertama kalinya beras sudah tidak impor dan justru mencatat surplus di angka 4,2. Garam konsumsi juga sudah tidak impor lagi, meskipun impor untuk garam industri masih tetap berjalan.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Meskipun swasembada beras dan garam konsumsi mulai menunjukkan hasil, ketergantungan terhadap komoditas pangan lain masih tergolong tinggi. Data menunjukkan bahwa impor gula mencapai sekitar 6 juta ton, gandum sebanyak 13 juta ton, kedelai sebesar 3 juta ton, serta impor sapi yang mencapai sekitar 1 juta ekor. Kondisi ini menunjukkan tantangan besar yang masih harus dihadapi oleh pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan menekan angka impor secara menyeluruh.

Ketimpangan kesejahteraan juga masih menjadi pekerjaan rumah yang nyata bagi pemerintah. Nilai tukar petani karbohidrat padi memang tercatat mengalami kenaikan yang signifikan dari angka 116 menjadi 127. Namun, kondisi berbeda dialami oleh sektor perikanan di mana nilai tukar nelayan saat ini masih berada di angka 103,9. Nelayan dengan tingkat nilai tukar 103 tersebut dinilai sangat rentan dan tidak bisa menyekolahkan anak-anak mereka apabila tidak dibantu dengan beras atau dibantu dana tunai (cash) dari pemerintah.

Baca Juga

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Langkah perbaikan ke depan akan difokuskan pada penguatan pengawasan program serta peningkatan taraf hidup kelompok masyarakat rentan. Pemerintah saat ini tengah berusaha untuk meningkatkan nilai tukar nelayan dari posisi 103,9 menjadi 120 agar mereka dapat lebih mandiri secara ekonomi. Evaluasi menyeluruh terhadap alokasi program bantuan, perbaikan sistem distribusi pangan, serta penegakan hukum yang tegas terhadap penyelewengan diharapkan dapat memastikan bantuan ekonomi dan pangan sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ketahanan PanganBantuan SosialZulkifli Hasan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap