tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Investasi

Faktor Penentu Realisasi Investasi Global di Indonesia dan Tantangannya

Lidya RumbayanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 03.10 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Faktor Penentu Realisasi Investasi Global di Indonesia dan Tantangannya
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Indonesia memiliki target strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan arus investasi. Negara ini pada dasarnya memiliki daya tarik utama yang menjadikannya salah satu tujuan investasi paling kompetitif di kawasan Asia. Potensi tersebut didukung oleh fundamental yang kuat, mulai dari pasar domestik yang sangat besar, bonus demografi yang melimpah, hingga kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Menurut Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma'ruf Maulana, Indonesia sebenarnya sama sekali tidak kekurangan minat dari para investor. Para pengelola kawasan industri melihat secara langsung bagaimana investor global datang, memilih lokasi strategis, dan memulai proses investasi untuk menjadi bagian dari ekosistem industri yang terus tumbuh di tanah air.

Meskipun minat investasi sangat tinggi dan Indonesia memiliki hampir seluruh modal dasar yang dibutuhkan, pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah saat ini adalah memastikan minat tersebut terealisasi menjadi proyek nyata. Faktanya, banyak proyek investasi di Indonesia yang belum kunjung masuk ke tahap pembangunan akibat berbagai hambatan yang ditemui di lapangan. Besarnya ketertarikan investor global tersebut belum secara otomatis berujung pada pembangunan pabrik, dimulainya kegiatan produksi, aktivitas ekspor, maupun penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Hambatan-hambatan operasional ini membuat proses realisasi investasi memakan waktu yang jauh lebih lama. Dampak lanjutannya adalah peningkatan biaya usaha bagi para penanam modal, yang pada akhirnya dapat mengurangi daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara-negara pesaing yang juga agresif dalam menarik investasi.

Baca Juga

Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan

Di sisi lain, cara investor global dalam mengambil keputusan bisnis kini telah mengalami perubahan paradigma yang sangat signifikan. Saat ini, para investor tidak lagi hanya mempertimbangkan besarnya pasar domestik dan melimpahnya sumber daya alam sebagai faktor penentu utama. Mereka kini lebih menitikberatkan penilaian pada seberapa cepat kepastian berusaha dapat diperoleh di suatu negara. Investor melihat Indonesia secara utuh sebagai satu kesatuan tujuan investasi, dan tidak melihat persoalan berdasarkan pembagian kewenangan antar-kementerian atau lembaga pemerintah. Oleh karena itu, ukuran keberhasilan sebuah negara di mata investor bukan lagi ditentukan oleh banyaknya instansi birokrasi yang terlibat dalam proses perizinan, melainkan murni dari seberapa cepat sebuah proyek dapat mulai dibangun hingga akhirnya beroperasi secara komersial.

Sayangnya, upaya percepatan realisasi investasi di Indonesia masih terus terkendala oleh sejumlah hambatan utama di lapangan. Beberapa kendala mendasar yang sering dikeluhkan oleh pelaku usaha meliputi masalah sinkronisasi tata ruang dan urusan pertanahan. Selain itu, proses perizinan yang panjang karena melibatkan terlalu banyak instansi, serta lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kerap menjadi sumbatan birokrasi. Kepastian operasional seperti jaminan pasokan listrik dan gas untuk kebutuhan industri, hingga rumitnya proses persetujuan lingkungan hidup, turut menjadi perhatian serius. Tidak ketinggalan, lambatnya pembangunan infrastruktur pendukung kelancaran logistik, seperti akses menuju pelabuhan, jalan tol, dan konektivitas jaringan kereta api, menjadi rangkaian persoalan yang sangat menentukan kepastian investasi.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Menghadapi berbagai tantangan nyata tersebut, penyelesaian persoalan investasi mutlak harus dilakukan secara terpadu sebagai satu sistem yang mampu memberikan kepastian, kecepatan, dan konsistensi bagi dunia usaha. HKI berharap dapat menyampaikan langsung berbagai masukan dan rekomendasi kepada Presiden. Rekomendasi ini dirumuskan secara khusus berdasarkan pengalaman nyata para pengelola kawasan industri di berbagai daerah yang berhadapan langsung dengan investor. Langkah ini sangat krusial untuk segera diambil, mengingat setiap investasi yang tertunda bukan hanya berarti tertundanya pembangunan fisik pabrik. Lebih dari itu, penundaan tersebut secara langsung menunda penciptaan lapangan kerja, menghambat potensi ekspor, memperlambat transfer teknologi, menahan laju pertumbuhan usaha lokal, serta mengurangi potensi penerimaan negara.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiEkonomi IndonesiaInfrastrukturKawasan IndustriRegulasi Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap