Matahari yang terlihat berwarna merah menyala menghiasi langit Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, pada hari Kamis sore tanggal 20 Agustus. Fenomena alam yang tidak biasa ini menarik perhatian banyak masyarakat setempat karena memberikan pemandangan langit yang sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Kejadian tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai kondisi udara di wilayah tersebut yang mulai terpengaruh oleh dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salah seorang warga Kota Palangka Raya yang menyaksikan dan mengabadikan peristiwa ini secara langsung adalah Sri Muliati. Melalui dokumentasi yang diambilnya, ia mengabadikan momen matahari berwarna merah menyala tersebut. Berdasarkan pengamatan yang dilakukannya, Sri Muliati menduga kuat bahwa fenomena visual matahari berwarna merah ini memiliki kaitan erat dengan kondisi langit yang saat itu sedang tertutup oleh kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Bagi Sri Muliati, penampakan matahari yang berwarna merah menyala ini merupakan pengalaman pertama yang ia saksikan sendiri sepanjang hidupnya. Ia mengungkapkan rasa herannya karena belum pernah melihat fenomena matahari dengan warna yang begitu pekat seperti itu sebelumnya. Sri Muliati menyatakan bahwa pada hari Kamis sore kemarin tersebut, matahari tampak sangat merah dan dirinya baru pertama kali ini melihat pemandangan unik tersebut secara langsung.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penjelasan ilmiah mengenai fenomena matahari berwarna merah menyala ini disampaikan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Chandra, yang bertindak sebagai prakirawan di BMKG Palangka Raya, memberikan penjelasan teknis mengenai penyebab di balik perubahan warna matahari tersebut. Menurut penjelasan Chandra, matahari dapat tampak berwarna merah karena adanya partikel-partikel asap yang melayang di udara. Partikel-partikel asap inilah yang kemudian memengaruhi jalannya cahaya matahari yang hendak mencapai permukaan bumi.
Kondisi penumpukan partikel asap di udara ini juga diperkuat oleh data citra satelit yang dimiliki oleh BMKG Palangka Raya. Chandra memaparkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dari citra sebaran asap pada sore hari di tanggal 20 Agustus tersebut, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah memang terpantau sudah tertutup oleh asap. Hal ini menjelaskan mengapa fenomena matahari berwarna merah menyala dapat terlihat dengan cukup jelas di langit Palangka Raya pada sore hari itu, seiring dengan meluasnya sebaran asap di atmosfer wilayah tersebut.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Mengingat kondisi udara yang dipenuhi oleh partikel asap akibat kebakaran hutan dan lahan, BMKG Palangka Raya juga mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat setempat. Chandra menyarankan kepada warga masyarakat untuk selalu menggunakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi kabut asap dirasakan semakin pekat. Langkah-langkah antisipasi ini dinilai sangat penting untuk dilakukan guna menjaga kesehatan tubuh dari dampak buruk paparan kabut asap.






