JAKARTA — PT Astra International Tbk merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp16,9 triliun sepanjang semester I 2026. Sebagian besar serapan anggaran tersebut diarahkan untuk membiayai aksi ekspansi perseroan pada sektor pertambangan mineral.
Dari total realisasi belanja modal tersebut, porsi terbesar yakni Rp11,7 triliun dialokasikan untuk menyelesaikan akuisisi perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam. Transaksi strategis ini dijalankan melalui anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR).
Di luar kebutuhan akuisisi, Astra membelanjakan Rp5,2 triliun sebagai capex rutin. Anggaran rutin ini digunakan untuk mendanai pembelian unit alat berat baru demi memperkuat operasional unit bisnis kontraktor penambangan.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Untuk keseluruhan tahun buku 2026, manajemen Astra telah menyiapkan total anggaran capex di kisaran Rp36 triliun. Mayoritas alokasi belanja modal sepanjang tahun ini tetap difokuskan untuk mendukung lini bisnis alat berat serta jasa kontraktor pertambangan.
Kinerja Keuangan Semester I 2026
Pada periode yang sama, pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra tercatat sebesar Rp157,9 triliun. Capaian ini menunjukkan penurunan tipis sebesar 3 persen dibandingkan realisasi pendapatan pada semester pertama tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih perseroan sebelum memperhitungkan pos luar biasa (non-recurring items) berada di angka Rp14,9 triliun, atau mengalami penurunan 7 persen secara tahunan.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Astra membukukan beban pos luar biasa sebesar Rp2,4 triliun pada paruh pertama 2026. Beban ini terutama dipicu oleh penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas serta penurunan nilai (impairment).
Setelah memperhitungkan seluruh pos non-recurring items tersebut, total laba bersih konsolidasian Grup Astra tercatat menjadi Rp12,5 triliun, atau menyusut 19 persen secara tahunan. Penurunan kontribusi kinerja dari segmen Solusi Pertambangan dan Alat Berat menjadi faktor utama yang membebani hasil keuangan grup secara keseluruhan pada paruh pertama tahun ini.






