tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Digital Economy & Earning

Fokus Kebijakan Ekonomi dan Ketenagakerjaan pada Masa Sidang Pertama DPR RI 2026-2027

Lidya RumbayanDiterbitkan 14 Agu 2026 - 18.29 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Fokus Kebijakan Ekonomi dan Ketenagakerjaan pada Masa Sidang Pertama DPR RI 2026-2027
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, secara resmi membuka masa persidangan pertama DPR RI untuk tahun sidang 2026-2027. Pembukaan masa persidangan ini diresmikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam pembukaan masa sidang ini adalah catatan DPR mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2027. DPR RI mencatat bahwa nilai APBN 2027 tersebut berpotensi mendekati angka Rp 4.000 triliun, sebuah jumlah besar yang memerlukan pengelolaan secara cermat dan hati-hati dari pihak pemerintah.

Dalam menjalankan fungsi legislasi, DPR RI bersama dengan pihak pemerintah menunjukkan komitmen kerja sama mereka melalui penyelesaian berbagai regulasi. Hingga saat ini, DPR RI dan pemerintah tercatat telah menyelesaikan sebanyak 28 Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk disahkan menjadi Undang-Undang. Langkah legislasi ini akan terus berlanjut pada masa persidangan pertama tahun sidang 2026-2027 ini. DPR dan pemerintah telah sepakat untuk memfokuskan pembahasan mereka terhadap 14 RUU. Fokus pembahasan ini diharapkan dapat berjalan dengan efektif guna menghasilkan regulasi yang bermanfaat bagi kepentingan publik.

Selain memfokuskan pembahasan pada belasan rancangan undang-undang tersebut, DPR RI juga terus melanjutkan proses penyusunan terhadap puluhan rancangan regulasi lainnya. Tercatat, saat ini terdapat 48 RUU yang masih berada dalam tahap penyusunan oleh parlemen. Di antara puluhan rancangan undang-undang yang sedang disusun tersebut, terdapat satu rancangan regulasi yang krusial dan banyak dinantikan oleh publik, yaitu RUU Perampasan Aset. Kelanjutan penyusunan RUU Perampasan Aset ini menunjukkan bahwa DPR RI tetap menaruh perhatian besar pada penguatan kerangka hukum nasional, khususnya dalam upaya penegakan hukum di bidang ekonomi.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain menjalankan fungsi legislasi dan anggaran, DPR RI juga secara aktif menjalankan fungsi pengawasannya terhadap berbagai isu penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dalam masa sidang kali ini, fungsi pengawasan DPR RI memberikan perhatian khusus pada permasalahan-permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat dan membutuhkan tindak lanjut segera dari pemerintah. Salah satu isu utama yang disoroti adalah mengenai perlindungan bagi para pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri. Di samping itu, DPR juga menyoroti aspek perlindungan bagi para pekerja di sektor transportasi online, mengingat sektor ini kini telah menjadi salah satu penopang ekonomi digital yang krusial bagi masyarakat.

DPR RI juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap ketersediaan lapangan kerja di dalam negeri. Secara khusus, pengawasan DPR mencakup pemantauan terhadap perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat luas guna mengurangi angka pengangguran. Parlemen juga menaruh perhatian serius pada isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang marak terjadi dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga pekerja. Di samping isu ketenagakerjaan, DPR RI juga menyoroti layanan jaminan kesehatan nasional, khususnya terkait dengan BPJS Kesehatan. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Melengkapi agenda pengawasannya, DPR RI juga memantau jalannya evaluasi terhadap tata kelola anggaran pendidikan di Indonesia. Evaluasi tata kelola anggaran ini sangat penting untuk memastikan bahwa dana pendidikan dialokasikan secara tepat sasaran dan efisien demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia nasional. Di sisi lain, parlemen juga menyoroti upaya pemerintah dalam mendorong investasi masuk ke dalam negeri. Melalui promosi dan dorongan investasi yang kuat, diharapkan perekonomian nasional dapat tumbuh lebih stabil dan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPR RIKetenagakerjaanAPBN 2027Transportasi Online

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap