tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Nasional

Geger Mantan Menteri Diam-Diam Jualan Beras di Glodok, Keluarga Kaget

Sri NugrohoDiterbitkan 13 Sep 2026 - 07.07 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Geger Mantan Menteri Diam-Diam Jualan Beras di Glodok, Keluarga Kaget
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kisah kesederhanaan mantan pejabat publik kembali menjadi perbincangan. Saifuddin Zuhri, Menteri Agama Republik Indonesia ke-10, pernah menjalani profesi sebagai pedagang beras di Pasar Glodok pada era 1980-an tanpa sepengetahuan keluarganya.

Rutinitas berniaga tersebut dijalankan Saifuddin hampir setiap hari selepas menunaikan salat Dhuha sekitar pukul 09.00 WIB. Mengendarai mobilnya sendiri, tokoh yang pernah memimpin kementerian tersebut mengangkut karung-karung beras langsung menuju lapak dagangannya di Glodok.

Terbongkar Tanpa Sengaja oleh Sang Anak

Aktivitas berdagang ini sengaja dirahasiakan rapat-rapat dari lingkungan keluarga. Rahasia tersebut baru terungkap ketika salah seorang putranya memergoki sang ayah sedang melayani pembeli secara langsung di Pasar Glodok. Penemuan itu sontak mengejutkan pihak keluarga yang tidak menyangka mantan pejabat tinggi negara memilih kembali ke pasar rakyat untuk mencari nafkah.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Saifuddin Zuhri menjabat sebagai Menteri Agama RI sejak dilantik pada 2 Maret 1962 hingga purna tugas pada 1967. Selepas turun dari jabatan menteri, ia sempat melanjutkan kiprah di parlemen sebagai anggota DPR-GR dari Fraksi Nahdlatul Ulama (NU) dan kembali terpilih sebagai anggota DPR dari Pemilu 1971. Ia juga merupakan ayah dari Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama pada era Kabinet Kerja.

Rekam Jejak Hidup Sederhana dan Mandiri

Bekerja mandiri untuk menyambung hidup bukan hal baru bagi Saifuddin. Jauh sebelum berada di lingkaran pemerintahan, tepatnya pada 1942 ketika anak pertamanya lahir, ia sempat menyambung nafkah dengan menjual aneka barang loak, pakaian bekas, hingga rokok.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Prinsip hidup bersahaja juga tercermin saat ia masih memangku jabatan negara. Saifuddin menolak fasilitas rumah dinas menteri dan memilih menetap di kediaman pribadinya di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia mencicil rumah di Jalan Hang Tuah, Kebayoran Baru, yang kemudian dihibahkan secara cuma-cuma kepada Nahdlatul Ulama setelah cicilannya lunas.

Perjalanan hidup tokoh yang dikenal teguh menjaga kemandirian ini berakhir saat ia tutup usia pada 25 Februari 1986 setelah berjuang melawan sakit.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap