Aksi nekat seorang pria yang meloncat ke jalur rel saat rangkaian Commuter Line memasuki Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sempat menggegerkan pengguna KRL pada jam sibuk sore hari. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa ataupun mengganggu jadwal operasional kereta api di stasiun tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/9) sekitar pukul 17.50 WIB di peron 2 Stasiun Tanah Abang. Pria bersangkutan tiba-tiba melompat ke lintasan sesaat sebelum KRL relasi tujuan Stasiun Manggarai tiba. Video rekaman kejadian tersebut kemudian viral di media sosial dan dinarasikan sebagai dugaan tindakan membahayakan diri sendiri.
Kecelakaan fatal berhasil dihindari berkat kesigapan masinis yang langsung menerapkan pengereman darurat saat melihat orang di atas rel. Setelah laju kereta tertahan, pria tersebut langsung naik kembali ke peron stasiun dan sempat bersujud di hadapan para penumpang yang berada di lokasi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Petugas Keamanan Dalam (PKD) stasiun segera mengamankan pria itu ke pos pengamanan untuk dimintai keterangan. KAI Commuter memastikan insiden tersebut tidak memicu kendala operasional berkelanjutan, dan pelayanan naik-turun pengguna di peron 2 langsung berjalan normal kembali.
Penanganan Medis dan Koordinasi Petugas
Ketika diinterogasi di pos pengamanan stasiun, pria tersebut cenderung bungkam serta memperlihatkan tanda-tanda gangguan kesehatan mental.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Petugas stasiun berupaya menghubungi pihak keluarga, namun orang tua penumpang diketahui tengah berada di luar kota. Menindaklanjuti kondisi tersebut, petugas PKD berkoordinasi dengan Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care, lembaga tempat pria tersebut sedang menjalani perawatan berkala.
Petugas dari yayasan rehabilitasi tiba di lokasi penjemputan sekitar pukul 19.53 WIB. Tepat pada pukul 20.00 WIB, pihak PKD Stasiun Tanah Abang bersama personel BKO Marinir secara resmi menyerahkan penumpang tersebut kepada perwakilan yayasan untuk melanjutkan perawatan kejiwaannya.






