Pelaku industri perbankan menyambut baik pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Para bankir menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru di bank sentral tersebut dapat terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sembari tetap memberikan dorongan yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Peran Strategis Menjaga Stabilitas dan Arus Modal
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi, menegaskan bahwa Bank Indonesia memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Saat ditemui di Mahkamah Agung, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026), Hery menjelaskan bahwa fungsi sentral BI meliputi pengendalian likuiditas, penguatan nilai tukar, pengelolaan investasi, serta penerapan kebijakan yang pro terhadap pertumbuhan ekonomi. Kehadiran formasi kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa kondisi perekonomian menjadi jauh lebih baik.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain itu, Hery menyatakan bahwa peningkatan kepercayaan investor luar negeri terhadap kepemimpinan baru BI berpotensi menarik kembali arus modal asing yang sempat keluar dari pasar domestik. Masuknya kembali modal asing ini dinilai akan memberikan dampak yang lebih positif bagi perekonomian Indonesia.
Kebijakan Suku Bunga dan Dukungan Industri Perbankan
Harapan terhadap arah kepemimpinan baru BI juga disampaikan oleh Direktur Finance & Strategy PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), Nofry Roni Poetra. Nofry berharap Gubernur BI yang baru dapat melahirkan berbagai kebijakan yang mendukung perkembangan pasar dan kemajuan industri perbankan secara menyeluruh.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Terkait langkah moneter ke depan, Nofry menegaskan bahwa perbankan siap mengikuti seluruh arah kebijakan suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kebijakan suku bunga tidak hanya berfungsi untuk memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi, melainkan juga memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas nilai tukar mata uang dan mengendalikan laju inflasi.






