tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Harta Karun' Masa Depan Ini Ternyata Tersimpan di PLTU RI

Wulan WijayaDiterbitkan 11 Sep 2026 - 01.14 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harta Karun' Masa Depan Ini Ternyata Tersimpan di PLTU RI
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Sisa pembakaran dari ratusan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia menyimpan potensi material strategis yang krusial bagi industri masa depan. Badan Industri Mineral (BIM) mengidentifikasi potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang berada pada timbunan sisa pembakaran di lebih dari 250 unit PLTU di seluruh tanah air.

Potensi LTJ yang dibidik dari pemanfaatan limbah tersebut meliputi abu terbang dan abu dasar (fly ash and bottom ash atau FABA). Secara umum, bahan baku mineral kritis ini dapat diperoleh dari tiga jalur pasokan, yaitu sumber primer, sekunder, hingga tersier. Selain pada sisa pembakaran batu bara, potensi mineral lain yang tersebar di Indonesia mencakup monasit, senotim, serta endapan ion-adsorbed clay (IAC) yang salah satunya teridentifikasi di kawasan Mamuju.

Lonjakan kebutuhan terhadap komoditas ini didorong oleh ekspansi teknologi energi bersih global. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), kebutuhan mineral untuk manufaktur kendaraan listrik melonjak hingga enam kali lipat, sementara pengembangan pembangkit listrik tenaga angin darat membutuhkan pasokan mineral sembilan kali lipat lebih tinggi dibandingkan instalasi pembangkit berbasis gas.

Baca Juga

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Secara spesifik, LTJ mencakup 17 unsur logam yang berada dalam satu golongan pada tabel periodik. Komposisi ini mencakup unsur neodymium (Nd), praseodymium (Pr), dysprosium (Dy), terbium (Tb), dan yttrium (Y) yang menjadi bahan baku vital pembuatan magnet permanen untuk motor penggerak kendaraan listrik serta turbin angin. Sementara itu, unsur scandium dibutuhkan secara luas sebagai material paduan aluminium.

Tantangan Pemisahan dan Hilirisasi Domestik

Kendati potensinya melimpah, pengolahan LTJ memiliki tingkat kesulitan teknis yang tinggi, terutama dalam tahapan pemisahan menjadi elemen tunggal (single element) karena kesamaan sifat kimia di antara ke-17 unsurnya. Ketiadaan fasilitas pengolahan lanjutan di dalam negeri dinilai membawa risiko ekonomi yang signifikan. Praktik mengekspor mineral mentah yang kemudian diimpor kembali setelah diolah menjadi produk jadi berpotensi menghilangkan nilai tambah bagi negara hingga ribuan triliun rupiah.

Baca Juga

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

MNK Rokan, Tonggak Baru Pertamina Kembangkan Migas Non Konvensional

Untuk mengatasi kendala teknologi dan mengoptimalkan potensi dari PLTU maupun sumber daya alam lainnya, BIM berupaya mempercepat integrasi antara sektor riset dan industri. Langkah ini dijalankan dengan menghubungkan hasil penelitian dari perguruan tinggi serta lembaga riset nasional seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) langsung ke kebutuhan operasional industri pertambangan nasional.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Mineral KritisLogam Tanah Jarang

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap