tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Hilton Ramal Negara Asia Ini Bakal Jadi Raja Pariwisata Dunia

Wulan WijayaDiterbitkan 7 Sep 2026 - 01.23 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hilton Ramal Negara Asia Ini Bakal Jadi Raja Pariwisata Dunia
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Raksasa perhotelan global Hilton memproyeksikan India akan menjadi salah satu pasar akomodasi terbesar di dunia dalam kurun waktu satu dekade ke depan. Lonjakan mobilitas wisatawan regional dan pergeseran lanskap pariwisata Asia dinilai memperkuat prospek negara di Asia Selatan tersebut.

Presiden Hilton Asia Pasifik, Alan Watts, menyatakan bahwa India saat ini merupakan pasar perjalanan dan pariwisata paling menarik secara global, dan posisi tersebut diperkirakan akan bertahan sepanjang sepuluh tahun mendatang. Optimisme ini muncul di tengah perbedaan performa pasar regional pada kuartal kedua, saat pertumbuhan pendapatan per kamar yang tersedia (revenue per available room/RevPAR) Hilton di Asia Pasifik secara keseluruhan hanya berada sedikit di atas 1% akibat pelemahan bisnis di China. Sebaliknya, wilayah India dan Asia Utara mencatatkan pertumbuhan RevPAR hingga menyentuh dua digit.

Pola perjalanan di Asia juga menunjukkan penguatan pasar internal. Data internal mencatat sekitar delapan dari setiap 10 malam kamar hotel di kawasan tersebut digerakkan oleh wisatawan yang berasal dari negara-negara Asia sendiri.

Baca Juga

Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Laba Usaha InJourney Naik 10%, Ini Pesan BP BUMN

Ekspansi Menembus Kota Sekunder dan Destinasi Religi

Merespons potensi tersebut, Hilton merealisasikan langkah ekspansi berskala besar di India. Saat ini, terdapat 60 hotel yang berada dalam berbagai tahap pembangunan di negara tersebut, ditambah komitmen untuk membangun 400 hotel lainnya bersama sejumlah mitra pengembang lokal.

Strategi penetrasi difokuskan pada kota-kota tier dua dan tier tiga. Penetrasi di wilayah-wilayah berkembang ini ditopang oleh lini merek kelas menengah (midscale), seperti Hampton dan Spark by Hilton. Di samping pusat bisnis kota sekunder, potensi wisata ziarah menjadi target prioritas. Kawasan tujuan religi ternama seperti Ayodhya dan Tirupati dinilai menyimpan peluang signifikan karena arus jutaan pengunjung belum diimbangi ketersediaan akomodasi bermerek yang memadai.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Dalam menjalankan rencana ekspansi ratusan properti ini, Hilton menerapkan skema kemitraan pengelolaan aset. Para pemilik properti lokal bertanggung jawab mendanai proses pembangunan fisik hotel, sementara Hilton bertindak sebagai operator manajemen properti tanpa memberikan komitmen pendanaan langsung dari neraca keuangan perusahaan.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap