Peningkatan sebaran titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melonjak tajam di wilayah Kalimantan Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lonjakan paling signifikan terjadi di provinsi tersebut dengan penambahan sebanyak 876 titik panas baru, sehingga total akumulasi mencapai 5.391 titik.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penurunan kualitas udara dan jarak pandang. Berdasarkan data pemantauan BNPB yang disampaikan oleh Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan, jarak pandang di wilayah Kalimantan Tengah kini berada pada kisaran rendah, yakni hanya antara 1 hingga 1,5 kilometer.
Lonjakan sebaran titik panas di Kalimantan Tengah menjadi yang tertinggi di antara enam provinsi prioritas penanganan karhutla yang terus dipantau intensif oleh BNPB di Pulau Kalimantan dan Sumatra.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sebaran Titik Panas dan Titik Api di Wilayah Kalimantan
Selain Kalimantan Tengah, wilayah Kalimantan Barat juga masih mencatatkan kenaikan titik panas. BNPB mencatat penambahan 453 titik panas baru di Kalimantan Barat, membawa total keseluruhan menjadi 3.824 titik. Kendati demikian, jumlah titik api aktif di daerah tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya 23 titik menjadi 16 titik.
Sebaliknya, kondisi di Kalimantan Selatan menunjukkan tren penurunan. Jumlah titik panas di Kalimantan Selatan berkurang sebanyak 279 titik menjadi 1.077 titik. Pada saat yang sama, titik api di provinsi tersebut juga mengalami penurunan hingga tersisa 52 titik.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Situasi Karhutla di Wilayah Sumatra
Di Pulau Sumatra, dinamika titik panas dan titik api terpantau beragam di tiga provinsi utama yang terdampak:
- Sumatera Selatan: Titik panas mengalami penurunan signifikan sebesar 215 titik sehingga kini tercatat 804 titik. Namun, titik api terpantau naik 8 titik menjadi 18 titik dengan jarak pandang sekitar 2,4 kilometer.
- Riau: Titik panas terpantau turun tipis 1 titik menjadi 264 titik. Sebaliknya, titik api bertambah 5 titik menjadi total 12 titik dengan jarak pandang di wilayah tersebut berada pada angka 5 kilometer.
- Jambi: Jumlah titik panas mengalami kenaikan menjadi 135 titik, sementara titik api stabil di angka 4 titik dengan jarak pandang berkisar 3,5 kilometer.
BNPB terus melakukan pengawasan dan pembaruan data terkait fluktuasi titik panas dan titik api di enam provinsi terdampak guna mendukung upaya pemadaman darat dan udara yang sedang berjalan.






