tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Aplikasi

Hyundai Lagi Apes, 40 Ribu Buruh Mogok Kerja Besar-Besaran

Retno PurwantoDiterbitkan 22 Agu 2026 - 06.37 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hyundai Lagi Apes, 40 Ribu Buruh Mogok Kerja Besar-Besaran
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Sekitar 40.000 buruh Hyundai Motor menggelar aksi mogok kerja penuh pertama mereka dalam kurun satu dekade pada Jumat, 21 Agustus 2026 di Korea Selatan. Aksi terkoordinasi ini melibatkan pekerja dari Hyundai Motor, afiliasinya Kia Corp, hingga mitra pemasok komponen. Di luar kantor pusat Hyundai di Seoul, sekitar 3.000 pengunjuk rasa berkumpul mengenakan ikat kepala merah untuk menyuarakan aspirasi buruh.

Apa latar belakang utama di balik aksi mogok kerja massal ini?

Aksi mogok meletus menyusul kebuntuan panjang dalam perundingan upah dan ketenagakerjaan antara serikat pekerja dan pihak manajemen. Buruh menyuarakan kekhawatiran besar terhadap gelombang otomatisasi robot serta adopsi kecerdasan buatan (AI) yang mengancam kepastian posisi kerja mereka. Sentimen keresahan buruh di Korea Selatan sendiri semakin menguat seiring terpilihnya Presiden liberal yang pro-buruh, Lee Jae Myung, pada tahun sebelumnya.

Apa saja tuntutan spesifik yang diajukan oleh serikat pekerja Hyundai?

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Tuntutan utama serikat buruh mencakup perlindungan ketenagakerjaan dari ancaman kecerdasan buatan, perpanjangan usia pensiun melampaui batas saat ini yang berada di angka 60 tahun, serta kenaikan bonus tahunan menjadi 800% dari gaji pokok bulanan dibanding sebelumnya 750%. Selain itu, demonstran mendesak izin penyesuaian kenaikan harga bagi pemasok suku cadang. Pemimpin Serikat Pekerja Hyundai, Lee Jong Cheol, menyoroti bahwa tenaga kerja berpengalaman yang telah membangun Hyundai dan Kia selama 35 hingga 40 tahun justru mulai didorong ke posisi pekerja kontrak.

Mengapa kecerdasan buatan dan robotika menjadi kekhawatiran nyata buruh?

Kekhawatiran buruh berakar dari kepemilikan Hyundai atas produsen robot humanoid Boston Dynamics. Manajemen Hyundai telah menyusun rencana untuk menerjunkan armada robot humanoid di fasilitas pabrik Georgia, Amerika Serikat, mulai tahun 2028, sebelum memperluas penerapannya secara bertahap ke seluruh jaringan manufaktur global. Serikat pekerja menuntut jaminan agar gelombang otomatisasi tersebut tidak memangkas tenaga kerja manusia secara sepihak.

Berapa besar kerugian operasional dan dampak finansial yang dialami Hyundai?

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sebelum pemogokan penuh berlangsung, rangkaian aksi mogok parsial sejak akhir Juli telah melumpuhkan proses manufaktur sebanyak 55.200 unit kendaraan. Kantor Berita Yonhap memperkirakan kerugian akibat gangguan tersebut menembus angka 2,3 triliun won atau berkisar Rp 29,41 triliun. Tekanan operasional ini terjadi bertepatan dengan proyeksi internal Hyundai pada Juli lalu yang memperkirakan target penjualan global tahunan bakal meleset akibat penurunan penjualan domestik di Korea Selatan dan sengitnya persaingan mobil asal China di pasar Eropa.

Bagaimana langkah serikat pekerja selanjutnya?

Juru Bicara Serikat Pekerja Hyundai Motor, Kim Jin-wook, menegaskan bahwa serikat tetap membuka pintu dialog untuk melanjutkan perundingan upah. Namun, serikat buruh memastikan akan membahas rencana aksi mogok lanjutan jika jajaran manajemen tidak kunjung memberikan usulan yang dinilai berwawasan ke depan dan melindungi hak-hak pekerja.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OtomotifKetenagakerjaanKecerdasan BuatanHyundai

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap