tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Digital Economy

IHSG Alami Koreksi Enam Hari Beruntun di Tengah Pembelian Jumbo Investor Asing

Lidya RumbayanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 05.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Alami Koreksi Enam Hari Beruntun di Tengah Pembelian Jumbo Investor Asing
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali mencatatkan pergerakan yang dinamis pada perdagangan pertengahan pekan di Jakarta. Berdasarkan data perdagangan pada hari Rabu, 29 Juli 2026, indeks utama pasar saham Indonesia ini harus ditutup pada zona merah. IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 0,64% dan parkir pada level 6.091,39 pada akhir sesi perdagangan. Pelemahan yang terjadi pada hari tersebut sekaligus memperpanjang tren negatif indeks yang telah mengalami koreksi selama enam hari secara beruntun. Kendati ditutup melemah, pergerakan indeks sebenarnya menunjukkan upaya pemulihan menjelang akhir hari. IHSG berhasil memangkas pelemahan tajam yang sempat menekan pasar secara signifikan pada sesi pertama perdagangan.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Aktivitas transaksi harian di pasar saham tetap berjalan dengan sangat ramai meskipun indeks utama sedang berada dalam tren koreksi yang beruntun. Data perdagangan menunjukkan bahwa nilai transaksi pada hari Rabu tersebut menembus angka yang sangat besar, yakni mencapai Rp22,97 triliun. Tingginya nilai transaksi ini sejalan dengan besarnya volume saham yang berpindah tangan antar investor. Tercatat, volume perdagangan mencapai angka 40,14 miliar lembar saham. Seluruh perputaran saham dan nilai uang tersebut difasilitasi melalui frekuensi transaksi yang juga sangat tinggi, yaitu mencapai 1,97 juta kali transaksi dalam satu hari penuh. Rincian data ini memperlihatkan partisipasi pelaku pasar yang tetap masif di tengah fluktuasi harga.

Melihat lebih dalam pada rincian pergerakan emiten, komposisi saham yang mengalami penurunan harga tampak sangat mendominasi papan perdagangan. Dari seluruh saham yang ditransaksikan pada hari itu, sebanyak 468 saham harus ditutup melemah dan menjadi pemberat utama laju IHSG. Sementara itu, kelompok saham yang mampu bergerak melawan arus dan mencatatkan penguatan hanya berjumlah 177 saham. Di luar kedua kelompok tersebut, terdapat pula 148 saham yang posisinya tidak mengalami perubahan harga sama sekali atau berstatus stagnan dari awal hingga akhir perdagangan. Ketimpangan antara jumlah saham yang melemah dan menguat ini secara langsung tercermin pada pelemahan indeks sebesar 0,64% pada penutupan bursa.

Baca Juga

Menganalisis Kesehatan Ekosistem Digital Melalui Laporan Keuangan GOTO Semester I-2026

Menganalisis Kesehatan Ekosistem Digital Melalui Laporan Keuangan GOTO Semester I-2026

Di tengah koreksi yang melanda mayoritas saham, terdapat fenomena menarik yang datang dari pergerakan arus dana investor asing atau foreign flow. Berdasarkan catatan transaksi secara keseluruhan, investor asing justru melakukan aksi borong saham dalam jumlah yang sangat besar. Akumulasi dana dari luar negeri ini menghasilkan catatan pembelian bersih atau net buy yang berukuran jumbo, yakni mencapai Rp8,97 triliun di seluruh pasar. Masuknya modal asing dalam skala masif ini menjadi anomali tersendiri ketika indeks utama sedang mengalami tren penurunan selama enam hari berturut-turut. Data arus dana ini menunjukkan bahwa pelaku pasar asing melihat adanya peluang akumulasi pada aset-aset tertentu di pasar saham Indonesia.

Perbedaan strategi investor asing terlihat semakin jelas ketika data transaksi tersebut dibedah berdasarkan segmen pasar yang ada. Pembelian bersih bernilai jumbo yang dilakukan oleh investor asing ternyata terpusat pada transaksi di pasar negosiasi dan pasar tunai. Pada kedua segmen pasar tersebut, investor asing membukukan nilai pembelian bersih yang mencapai Rp9,16 triliun. Angka ini menjadi penyumbang utama dari total nilai net buy asing secara keseluruhan pada hari itu. Transaksi di pasar negosiasi umumnya melibatkan kesepakatan bilateral antar pihak dengan nilai yang besar, sehingga seringkali menjadi indikator adanya perpindahan kepemilikan saham dalam porsi yang signifikan.

Baca Juga

Mengapa Pasar Saham Korea Selatan Mengalami Volatilitas Tinggi dan Menarik Perhatian Global

Mengapa Pasar Saham Korea Selatan Mengalami Volatilitas Tinggi dan Menarik Perhatian Global

Berbanding terbalik dengan kondisi di pasar negosiasi dan tunai, aktivitas investor asing di pasar reguler justru menunjukkan arah arus dana yang keluar. Pada segmen pasar reguler yang menjadi tempat transaksi harian publik, investor asing tercatat melakukan aksi jual saham. Mereka mencatatkan penjualan bersih atau net sell senilai Rp183,81 miliar pada perdagangan hari Rabu tersebut. Meskipun terdapat aksi pelepasan saham di pasar reguler, nilainya masih tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan masifnya aksi beli di pasar negosiasi. Untuk melacak lebih jauh mengenai rincian emiten yang paling banyak dilepas atau diborong oleh investor asing selama IHSG melemah, para pelaku pasar sering kali merujuk pada platform analisis data seperti Stockbit maupun publikasi dari CNBC Indonesia.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGPasar SahamInvestor AsingData TransaksiStockbit

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 dan Persiapan Modifikasi Cuaca di JakartaDampak Ekonomi Pemberantasan Narkotika dan Pemanfaatan Aplikasi Siger Presisi di Provinsi LampungRincian Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Kementerian Pertahanan Tahun 2026Menganalisis Kesehatan Ekosistem Digital Melalui Laporan Keuangan GOTO Semester I-2026Mengapa Pasar Saham Korea Selatan Mengalami Volatilitas Tinggi dan Menarik Perhatian GlobalProyeksi IHSG Menuju Level 8.000 pada Akhir Tahun Menurut Bank DBS IndonesiaPembangunan dan Peluang Ekonomi di Kawasan Batur Kintamani Wajib Selaras dengan AdatCara Memanfaatkan Program TPAKD Sulawesi Utara untuk Mengembangkan Usaha dan Akses Pembiayaan

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Panduan Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 dan Persiapan Modifikasi Cuaca di Jakarta

Local Guide

Panduan Antisipasi Kemarau Ekstrem 2026 dan Persiapan Modifikasi Cuaca di Jakarta

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap