Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali mencatatkan pergerakan yang dinamis pada perdagangan pertengahan pekan di Jakarta. Berdasarkan data perdagangan pada hari Rabu, 29 Juli 2026, indeks utama pasar saham Indonesia ini harus ditutup pada zona merah. IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 0,64% dan parkir pada level 6.091,39 pada akhir sesi perdagangan. Pelemahan yang terjadi pada hari tersebut sekaligus memperpanjang tren negatif indeks yang telah mengalami koreksi selama enam hari secara beruntun. Kendati ditutup melemah, pergerakan indeks sebenarnya menunjukkan upaya pemulihan menjelang akhir hari. IHSG berhasil memangkas pelemahan tajam yang sempat menekan pasar secara signifikan pada sesi pertama perdagangan.
Aktivitas transaksi harian di pasar saham tetap berjalan dengan sangat ramai meskipun indeks utama sedang berada dalam tren koreksi yang beruntun. Data perdagangan menunjukkan bahwa nilai transaksi pada hari Rabu tersebut menembus angka yang sangat besar, yakni mencapai Rp22,97 triliun. Tingginya nilai transaksi ini sejalan dengan besarnya volume saham yang berpindah tangan antar investor. Tercatat, volume perdagangan mencapai angka 40,14 miliar lembar saham. Seluruh perputaran saham dan nilai uang tersebut difasilitasi melalui frekuensi transaksi yang juga sangat tinggi, yaitu mencapai 1,97 juta kali transaksi dalam satu hari penuh. Rincian data ini memperlihatkan partisipasi pelaku pasar yang tetap masif di tengah fluktuasi harga.
Melihat lebih dalam pada rincian pergerakan emiten, komposisi saham yang mengalami penurunan harga tampak sangat mendominasi papan perdagangan. Dari seluruh saham yang ditransaksikan pada hari itu, sebanyak 468 saham harus ditutup melemah dan menjadi pemberat utama laju IHSG. Sementara itu, kelompok saham yang mampu bergerak melawan arus dan mencatatkan penguatan hanya berjumlah 177 saham. Di luar kedua kelompok tersebut, terdapat pula 148 saham yang posisinya tidak mengalami perubahan harga sama sekali atau berstatus stagnan dari awal hingga akhir perdagangan. Ketimpangan antara jumlah saham yang melemah dan menguat ini secara langsung tercermin pada pelemahan indeks sebesar 0,64% pada penutupan bursa.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di tengah koreksi yang melanda mayoritas saham, terdapat fenomena menarik yang datang dari pergerakan arus dana investor asing atau foreign flow. Berdasarkan catatan transaksi secara keseluruhan, investor asing justru melakukan aksi borong saham dalam jumlah yang sangat besar. Akumulasi dana dari luar negeri ini menghasilkan catatan pembelian bersih atau net buy yang berukuran jumbo, yakni mencapai Rp8,97 triliun di seluruh pasar. Masuknya modal asing dalam skala masif ini menjadi anomali tersendiri ketika indeks utama sedang mengalami tren penurunan selama enam hari berturut-turut. Data arus dana ini menunjukkan bahwa pelaku pasar asing melihat adanya peluang akumulasi pada aset-aset tertentu di pasar saham Indonesia.
Perbedaan strategi investor asing terlihat semakin jelas ketika data transaksi tersebut dibedah berdasarkan segmen pasar yang ada. Pembelian bersih bernilai jumbo yang dilakukan oleh investor asing ternyata terpusat pada transaksi di pasar negosiasi dan pasar tunai. Pada kedua segmen pasar tersebut, investor asing membukukan nilai pembelian bersih yang mencapai Rp9,16 triliun. Angka ini menjadi penyumbang utama dari total nilai net buy asing secara keseluruhan pada hari itu. Transaksi di pasar negosiasi umumnya melibatkan kesepakatan bilateral antar pihak dengan nilai yang besar, sehingga seringkali menjadi indikator adanya perpindahan kepemilikan saham dalam porsi yang signifikan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Berbanding terbalik dengan kondisi di pasar negosiasi dan tunai, aktivitas investor asing di pasar reguler justru menunjukkan arah arus dana yang keluar. Pada segmen pasar reguler yang menjadi tempat transaksi harian publik, investor asing tercatat melakukan aksi jual saham. Mereka mencatatkan penjualan bersih atau net sell senilai Rp183,81 miliar pada perdagangan hari Rabu tersebut. Meskipun terdapat aksi pelepasan saham di pasar reguler, nilainya masih tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan masifnya aksi beli di pasar negosiasi. Untuk melacak lebih jauh mengenai rincian emiten yang paling banyak dilepas atau diborong oleh investor asing selama IHSG melemah, para pelaku pasar sering kali merujuk pada platform analisis data seperti Stockbit maupun publikasi dari CNBC Indonesia.






