Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan. Berdasarkan data bursa pada Senin (7/9/2026), indeks komposit melemah 16,81 poin atau turun 0,25% ke posisi 6.619,67, setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari.
IHSG mengawali sesi di level 6.652,09 dan sempat menembus level tertinggi hariannya di 6.667,75. Namun, tekanan jual yang meningkat menyeret indeks ke level terendah di 6.610,93 sebelum akhirnya ditutup mendekati batas bawah pergerakan hari tersebut. Aktivitas perdagangan mencatatkan volume 35,51 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi Rp13,67 triliun dan frekuensi 2,12 juta kali. Secara keseluruhan, 348 saham melemah, 300 saham menguat, dan 315 saham lainnya stagnan.
Tekanan Saham Perbankan dan Properti
Pelemahan IHSG dipicu oleh koreksi sejumlah sektor berbobot besar, khususnya properti yang turun 0,92% dan sektor keuangan yang terpangkas 0,89%. Sektor utilitas serta bahan baku turut tergelincir masing-masing 0,59% dan 0,26%.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi kontributor utama penurunan indeks. Bank Central Asia (BBCA) memberi beban terbesar dengan kontribusi pelemahan 9,39 poin terhadap IHSG. Tekanan berikutnya datang dari Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar 7,76 poin dan Bank Mandiri (BMRI) sebesar 3,47 poin. Saham lain yang ikut menekan laju indeks antara lain Merdeka Gold Resources (EMAS) sebesar 2,23 poin, Maha Properti Indonesia (MPRO) 1,44 poin, serta Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar 1,40 poin.
Penahan Koreksi dan Arus Dana Asing
Penurunan IHSG tertahan oleh kenaikan pada sektor kesehatan yang melonjak 1,17%, menjadikannya sektor dengan penguatan tertinggi hari ini. Perhatian pasar pada sektor ini terdorong oleh sentimen erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengarahkan minat investor ke saham-saham penyedia produk kesehatan dan masker. Sektor energi juga menguat 0,54%, industri 0,20%, disusul teknologi dan konsumer non-primer yang masing-masing naik 0,03%, serta konsumer primer 0,02%.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi kenaikan 5,47 poin, diikuti Bayan Resources (BYAN) 3,03 poin, United Tractors (UNTR) 1,81 poin, Adaro Andalan Indonesia (AADI) 1,74 poin, dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) 1,61 poin.
Dari aktivitas investor asing, transaksi sesi I mencatatkan nilai beli Rp1,84 triliun berbanding nilai jual Rp2,26 triliun, menghasilkan penjualan bersih asing (net foreign sell) sebesar Rp424,06 miliar. Tekanan jual asing terbesar melanda PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp81,67 miliar, BBCA Rp73,14 miliar, CUAN Rp66,06 miliar, BBRI Rp65,58 miliar, dan KLBF Rp60,01 miliar. Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan pembelian bersih asing terbesar mencapai Rp218,87 miliar dengan volume transaksi sekitar 998,13 juta saham.






