Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (7/9/2026), indeks komposit menguat 15,61 poin atau 0,24% ke level 6.652,09.
Kendati dibuka dengan penguatan, pergerakan indeks langsung mengalami tekanan volatilitas tinggi. Data transaksi tiga menit pascapembukaan pasar menunjukkan IHSG berbalik melemah ke zona merah. Pada rentang awal tersebut, indeks sempat mencatatkan level tertinggi sementara di 6.662,61 sebelum terseret ke level terendah sementara di 6.626,92.
Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatatkan pergerakan harga yang cukup variatif. Sebanyak 231 saham berada di zona hijau, 108 saham tertekan ke zona merah, dan 351 saham tercatat stagnan tanpa perubahan harga. Volume transaksi awal tercatat mencapai 401,57 juta saham dengan estimasi nilai transaksi sekitar Rp277,41 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dinamika Pasar Regional dan Sentimen Global
Pergerakan IHSG di pembukaan hari ini berlangsung di tengah tren positif mayoritas bursa saham kawasan Asia-Pasifik. Di Jepang, indeks Nikkei 225 terapresiasi hampir 1% dan indeks Topix naik 0,55% pada jam-jam awal perdagangan. Lonjakan signifikan terjadi di Korea Selatan, di mana indeks Kospi melesat 3,09% dan Kosdaq menguat 1,33%. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 cenderung bergerak mendatar.
Kondisi pasar global juga masih dibayangi dinamika geopolitik internasional, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih diwarnai aksi saling serang di tengah proses diplomasi. Di sisi moneter, penguatan ekspektasi terhadap arah kebijakan The Federal Reserve kembali menjadi fokus pelaku pasar menyusul rilis data ketenagakerjaan AS yang tercatat solid.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Faktor Domestik dan Eksternal yang Dipantau Pasar
Pelaku pasar keuangan domestik pekan ini mencermati sejumlah rilis data indikator ekonomi penting dari dalam negeri, meliputi cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, serta data penjualan eceran.
Dari ranah internasional, fokus investor tertuju pada publikasi data ekonomi China, pengumuman suku bunga acuan oleh Bank Sentral Eropa (ECB), dan data inflasi Amerika Serikat yang akan menentukan arah sentimen pasar keuangan global ke depan.






