Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (4/9/2026). IHSG tercatat turun sebesar 31,42 poin atau melemah 0,47% ke posisi 6.636,48.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks saham domestik sempat dibuka menguat pada level 6.695,69 dan menembus titik tertinggi hariannya di 6.704,13. Namun, IHSG kemudian berbalik tertekan hingga menyentuh level terendah di 6.633,93 sebelum akhirnya mengakhiri perdagangan di posisi 6.636,48.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi sebesar 35,80 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp15,04 triliun. Pergerakan pasar menunjukkan dominasi pelemahan, di mana 363 saham ditutup melemah, 256 saham berhasil menguat, dan 172 saham lainnya bergerak stagnan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pergerakan Sektoral dan Saham Pemberat
Koreksi IHSG pada perdagangan hari ini dipicu oleh pelemahan mayoritas sektor perdagangan. Tekanan paling dalam dicatatkan oleh sektor konsumer, sektor kesehatan, sektor industri, serta sektor teknologi. Sementara itu, sektor energi menjadi satu-satunya yang mencatatkan penguatan tertinggi sehingga menahan indeks dari kejatuhan yang lebih dalam.
Pelemahan indeks komposit ini juga turut dibebani oleh penurunan harga sejumlah saham emiten berkapitalisasi besar. Beberapa emiten yang menjadi beban utama pergerakan IHSG pada hari ini meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sentimen Kebijakan Domestik dan Pasar Global
Dari sentimen dalam negeri, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi 6% terhitung mulai September. Hingga saat ini, total insentif KLM yang telah diterima oleh industri perbankan telah mencapai Rp446,5 triliun. Di sisi lain, pemerintah turut memastikan bahwa penyaluran pembiayaan untuk program Koperasi Desa Merah Putih tidak akan menjadi kredit bermasalah bagi sektor perbankan.
Dari ranah internasional, arah pasar dipengaruhi oleh pandangan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan dukungannya untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level saat ini pada pertemuan September, dengan catatan rilis data inflasi berikutnya tidak memberikan kejutan. Selain itu, kinerja sektor jasa AS terpantau masih menguat dengan capaian ISM Services PMI yang berada di level 55,4 pada periode Agustus.






