tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Investasi

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

Wulan WijayaDiterbitkan 27 Agu 2026 - 09.06 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Tekanan jual melanda pasar modal domestik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,48% ke level 6.405,69 pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Seluruh 11 sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak berakhir di zona merah, dengan penurunan terdalam dipimpin oleh sektor Transportasi & Logistik yang anjlok 4,15%, disusul sektor Kesehatan yang terkoreksi 0,73%.

Pelemahan indeks komposit dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan aksi jual investor. Di pasar reguler, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp201,10 miliar, kendati secara akumulasi di seluruh pasar masih tercatat beli bersih (net buy) senilai Rp1,37 triliun. Dari bursa global, tiga indeks utama Amerika Serikat melemah tipis dengan Dow Jones turun 0,21% ke 53.463, S&P 500 terkoreksi 0,02% ke 7.675, dan Nasdaq menyusut 0,08% ke 26.130. Sentimen pasar negara berkembang kian tertekan seiring penurunan ETF EIDO sebesar 2,27% dan indeks MSCI Indonesia sebesar 1,06%.

Koreksi IHSG turut menyeret sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang anjlok 5,91%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 2,44%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkikis 1,57%. Kendati demikian, beberapa emiten mampu melawan arus dan mencatat penguatan, antara lain PT Merdeka Battery Materials Tbk (EMAS) yang naik 4,58%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 2,03%, serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang terapresiasi 1,49%.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kinerja Kontrak Baru dan Restrukturisasi Aset WEGE

Di tengah fluktuasi indeks, sejumlah emiten memiliki katalis fundamental dan aksi korporasi yang menjadi perhatian pelaku pasar. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan lonjakan perolehan kontrak baru hingga 568% menjadi Rp775 miliar per Agustus 2026, jauh melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp116 miliar.

Berdasarkan profil pemberi kerja, mayoritas kontrak baru WEGE bersumber dari pemerintah (83%) dan BUMN (17%). Dari tipe pengerjaan, fasilitas publik mendominasi sebesar 63% dan proyek residensial mencapai 37%. Dari sisi struktur permodalan per Juni 2026, WEGE membukukan debt to equity ratio (DER) 0,98 kali serta interest-bearing debt ratio sebesar 0,07 kali tanpa kepemilikan liabilitas obligasi ataupun sukuk. Perseroan juga tengah menyiapkan rencana optimalisasi dan divestasi aset bernilai lebih dari Rp1 triliun, meliputi Favehotel Karawang, Menara MTH lantai 10 dan 15, de Braga Bandung, Graha Mantap, serta lahan di Samarinda dan Lombok.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Rencana Akuisisi MEJA dan Dividen Interim CMRY

Aksi korporasi signifikan datang dari PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) yang telah mengantongi persetujuan RUPSLB untuk menaikkan modal dasar dari Rp100 miliar menjadi Rp208,65 miliar. Langkah ini merupakan persiapan akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP), entitas pemilik konsesi tambang seluas 11.640 hektare di Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan cadangan sumber daya batu bara 693,70 juta ton dan target produksi bertahap 15 juta ton per tahun hingga 2030. Transformasi MEJA menjadi investment holding akan ditindaklanjuti lewat rights issue pada kuartal IV 2026 dengan estimasi harga pelaksanaan Rp450 hingga Rp550 per saham.

Dari sektor konsumer, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mengumumkan pembagian dividen tunai interim tahun buku 2026 senilai Rp100 per saham atau total Rp793,47 miliar. Pembagian dividen ini ditopang oleh kenaikan laba bersih semester I 2026 sebesar 17,89% menjadi Rp1,17 triliun, dibandingkan Rp993,81 miliar pada semester I 2025. Nilai dividen tersebut merefleksikan dividend payout ratio 67,73% dan dividend yield sekitar 2,16% mengacu pada harga saham CMRY di level Rp4.640. Jadwal cum date di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 3 September 2026, disusul tanggal pembayaran dividen pada 18 September 2026.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGSahamBursa Efek IndonesiaDividen

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

PINJAMAN ONLINE

Ketentuan Batasan Bunga dan Biaya Pinjaman Online OJK untuk Perlindungan Konsumen

24 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap