Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (1/9/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit melonjak 74,46 poin atau 1,14% ke level 6.599,94. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak aktif pada rentang harian 6.535,80 hingga sempat menembus level tertinggi di 6.608,18.
Penguatan pasar modal domestik kali ini didorong kuat oleh lonjakan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Tiga bank raksasa nasional secara kumulatif menyumbang sekitar 31,19 poin terhadap kenaikan IHSG.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin sebagai penopang terbesar dengan kontribusi 13,98 poin setelah sahamnya ditutup di level Rp3.380. Penguatan indeks berikutnya didorong oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menyumbang 9,39 poin ke level Rp6.600, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan kontribusi 7,82 poin hingga parkir di Rp4.320.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain sektor perbankan, beberapa saham unggulan lain turut menjadi pendorong laju IHSG. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan sumbangan 5,47 poin, disusul PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 4,42 poin, dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan kontribusi 3,47 poin.
Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor konsumer non-primer yang melesat 3,08%. Sektor utilitas mengikuti dengan kenaikan 2,68%, sektor energi naik 1,98%, dan sektor finansial terangkat 1,96%. Dari sebelas sektor yang ada, hanya dua sektor yang tertekan di zona merah, yakni teknologi yang terkoreksi 1,7% serta bahan baku yang melemah 0,53%.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Aktivitas transaksi bursa tergolong tinggi. Volume perdagangan tercatat mencapai 50,34 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp20,35 triliun dan frekuensi sebanyak 2,63 juta kali. Secara keseluruhan pasar, sebanyak 420 saham mencatatkan kenaikan harga, 233 saham melemah, dan 310 saham lainnya bergerak stagnan.
Sentimen positif perdagangan turut ditopang oleh masuknya aliran dana asing. Pada sesi I perdagangan, investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp972,6 miliar. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BUMI menjadi target utama akumulasi beli investor asing.






