tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Market Update

IHSG Sesi I Dibuka Menguat ke Level 6.110 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sri NugrohoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 03.28 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Sesi I Dibuka Menguat ke Level 6.110 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka bergerak menguat pada awal perdagangan hari Kamis, 30 Juli 2026. Indeks acuan saham domestik ini mencatatkan kenaikan sebesar 0,31% dan berada di level 6.110,28 pada awal sesi pertama. Posisi ini menunjukkan penguatan yang cukup stabil jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada hari sebelumnya yang berada di level 6.091,38. Pada menit-menit pertama perdagangan dibuka, nilai transaksi di bursa saham tercatat mencapai kisaran Rp 112,17 miliar dengan volume perdagangan yang mencapai 231,41 juta saham dan bergerak dalam 22.007 kali transaksi.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Data perdagangan BEI menunjukkan bahwa pergerakan saham di awal sesi ini didominasi oleh tren positif, yang sekaligus mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda. Sebanyak 234 saham terpantau mengalami penguatan harga, sementara 88 saham lainnya mengalami penurunan. Adapun sebanyak 274 saham tercatat bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Di sisi lain, aktivitas ekonomi domestik pada hari yang sama juga diramaikan oleh pembukaan pameran otomotif GIIAS 2026 di ICE BSD. Ajang berskala besar ini diharapkan mampu mendongkrak nilai transaksi, mendorong aktivitas manufaktur, serta menopang konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi domestik pada periode semester II 2026.

Meskipun pasar saham domestik dibuka menguat, kondisi pasar keuangan secara global saat ini tengah dihadapkan pada tekanan berat akibat kombinasi sentimen negatif geopolitik, arah kebijakan bank sentral yang agresif, serta lonjakan harga komoditas energi. Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mengalami eskalasi tajam setelah sebuah kapal tanker gas milik Amerika Serikat dilaporkan dihantam oleh drone di wilayah Mesir. Insiden ini disusul oleh aksi saling serang menggunakan rudal yang melibatkan Iran, militer Amerika Serikat, dan Arab Saudi, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan energi global yang serius.

Baca Juga

Revisi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel 2026, Dampak Signifikan bagi Bisnis Kontraktor Tambang

Revisi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel 2026, Dampak Signifikan bagi Bisnis Kontraktor Tambang

Sebagai dampak langsung dari memanasnya perang tersebut, harga komoditas energi dunia melonjak secara signifikan. Harga minyak mentah jenis Brent terbang 7,9% menjadi US$ 90,74 per barel. Sejalan dengan hal itu, harga minyak mentah jenis WTI juga mengalami kenaikan 6,56% hingga mencapai level US$ 84,46 per barel. Lonjakan harga energi ini dinilai oleh para pelaku pasar berisiko tinggi memicu gelombang inflasi baru di berbagai negara.

Pergerakan positif IHSG di awal sesi ini terpantau kontras dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik yang justru dibuka bervariasi dan cenderung melemah. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,25%, dan indeks Topix melemah 0,59%. Tren koreksi serupa terjadi di bursa saham Korea Selatan, di mana indeks Kosdaq turun 0,73%, meskipun indeks Kospi masih mampu bergerak menguat 0,89% setelah sempat anjlok pada hari sebelumnya. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia juga mencatatkan pelemahan 0,26%.

Baca Juga

Antisipasi Dampak Geopolitik Timur Tengah dan Penguatan Ekonomi Domestik Melalui Sektor Perumahan

Antisipasi Dampak Geopolitik Timur Tengah dan Penguatan Ekonomi Domestik Melalui Sektor Perumahan

Di luar faktor komoditas dan geopolitik, pergerakan pasar keuangan juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga global yang ketat. Bank sentral Amerika Serikat, The Fed, memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuannya di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Keputusan ini diiringi dengan sinyal hawkish yang kuat serta perbedaan suara pejabat terluas sejak tahun 2016. Langkah The Fed tersebut memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 30 tahun sebesar 10 basis poin ke atas level 5,2%, yang merupakan level tertingginya sejak tahun 2007. Di kawasan Eropa, fokus pasar juga tertuju pada rapat Bank of England (BoE) serta rilis data produk domestik bruto dan inflasi yang turut memperkuat sentimen penghindaran risiko di pasar internasional.

Di sektor korporasi, kinerja emiten teknologi raksasa di Amerika Serikat menunjukkan hasil yang kontras akibat perbedaan strategi alokasi investasi. Saham Meta Platforms anjlok 7% setelah merilis proyeksi pendapatan yang lebih lemah dari ekspektasi dan terbebani oleh tingginya biaya investasi pada teknologi mutakhir. Sebaliknya, saham Microsoft melonjak 8% yang didorong oleh pertumbuhan kuat pada lini bisnis komputasi awan Azure. Ke depan, fokus pelaku pasar global akan tertuju pada rilis data makroekonomi penting Amerika Serikat, termasuk klaim pengangguran mingguan, estimasi awal produk domestik bruto kuartal II, serta data inflasi PCE bulan Juni yang diproyeksikan tumbuh 3,7% secara tahunan. Pasar juga menantikan rilis kinerja keuangan dari perusahaan besar lainnya seperti Bristol-Myers Squibb, Amazon, Apple, dan Coinbase.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGSahamBursa Efek Indonesiathe fedMinyak Mentahgeopolitik

Berita Terbaru Lainnya

Optimalisasi Peluang Ekonomi Agribisnis dari Kebijakan Kebun Tebu Pabrik RafinasiStrategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKNPotensi Investasi dan Strategi Hilirisasi Migas di KEK Arun LhokseumaweIstilah Penting dalam Tren Konsumsi dan Operasional Pusat Perbelanjaan Saat IniKinerja Keuangan bank bjb, Laba Bersih Semester I 2026 Tumbuh 58,8 PersenMemahami Kualitas Kredit Perbankan Melalui Indikator Rasio Loan at RiskMengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Terbaru dari KAIEdukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Strategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKN

Digital Economy & Earning

Strategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKN

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap