Pemerintah Amerika Serikat bersiap menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap sebuah institusi keuangan berskala besar pada awal pekan depan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari peningkatan tekanan finansial Washington terhadap Teheran di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa pengumuman resmi mengenai sanksi terhadap bank tersebut dijadwalkan rilis pada hari Senin. Penjadwalan tersebut disesuaikan guna menghormati peringatan tragedi 11 September yang jatuh pada akhir pekan ini. Kendati demikian, Bessent belum membeberkan nama lembaga maupun negara asal dari bank besar yang menjadi target tindakan pembatasan tersebut.
Pengetatan Akses Finansial dan Sanksi Sekunder
Langkah penindakan terhadap sektor perbankan internasional ini memperpanjang deretan sanksi yang digulirkan AS sejak konflik Timur Tengah pecah pada Februari lalu. Tekanan ekonomi difokuskan untuk memutus jalur aliran dana lintas negara yang mengalir ke Iran.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sebelum pengumuman terbaru ini, pemerintahan Donald Trump telah menjatuhkan sanksi terhadap kantor cabang bank terbesar kedua di Mesir yang beroperasi di Dubai. Fasilitas perbankan tersebut dituding telah menyalurkan dana sebesar US$1,8 miliar kepada pihak Iran. Tak hanya itu, Bessent juga menyatakan bahwa bank terbesar di Turki akan ditutup operasinya karena keterlibatan dalam penyaluran dana serupa ke Teheran.
Perluasan 'Operation Economic Outcast'
Eskalasi pembatasan perbankan ini berjalan beriringan dengan kampanye penegakan hukum ekonomi bertajuk Operation Economic Outcast. Melalui operasi tersebut, otoritas AS bulan lalu telah menargetkan hampir 60 entitas, armada kapal, hingga individu yang dinilai memfasilitasi aktivitas perdagangan dan pendanaan Iran.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Washington juga kian memperluas penerapan sanksi sekunder bagi korporasi multinasional. Entitas bisnis dari berbagai sektor鈥攖ermasuk industri perkapalan logistik hingga penyedia layanan teknologi鈥攜ang terbukti tetap menjalankan transaksi komersial dengan pihak Iran berisiko tinggi terisolasi dari ekosistem keuangan global berbasis dolar AS.






