JAKARTA — Indonesia memiliki peluang terbuka untuk menjadi acuan harga komoditas dunia dalam beberapa bulan ke depan. Peluang tersebut dapat terealisasi apabila pemerintah memperkuat transparansi dan integrasi data komoditas di dalam negeri, mulai dari tingkat produksi hingga perdagangan.
Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Yazid Kanca Surya, menyampaikan pandangan tersebut dalam agenda JFX Media Gathering 2026 di Jakarta pada Rabu (26/8/2026). Menurut Kanca, status sebagai penentu harga (price reference) akan terbentuk secara alami ketika para pelaku pasar global mulai mempercayai serta menggunakan rujukan harga yang terbentuk dari transaksi di Indonesia.
"Kalau semuanya dibuat dengan baik, dalam beberapa bulan kita bisa jadi price reference," ujar Kanca.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Kebutuhan Pusat Data Komoditas Terpadu
Untuk membangun kepercayaan pasar internasional, Kanca menilai pemerintah memerlukan pusat data komoditas yang komprehensif. Data yang dibutuhkan mencakup angka produksi, tingkat produktivitas, total luas lahan, usia tanaman, hingga alur transaksi perdagangan komoditas. Ketersediaan informasi yang utuh sangat krusial guna memperlihatkan kondisi riil pasokan (supply) dan permintaan (demand) di pasar domestik.
Kanca mencontohkan kondisi pada komoditas minyak kelapa sawit. Kendati Indonesia berstatus sebagai salah satu produsen sawit terbesar di dunia, pelaku pasar luar negeri hingga saat ini masih kerap menggunakan data dari negara lain sebagai salah satu rujukan utama transaksi mereka.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Sebaliknya, pembentukan harga pada komoditas timah di JFX telah menunjukkan sinyal positif. Transaksi perdagangan timah di bursa domestik tersebut mulai menarik perhatian pembeli internasional, sehingga pelaku pasar global tidak lagi semata-mata mengacu pada bursa luar negeri, melainkan turut memantau harga yang tercipta di JFX.
Agar langkah ini berjalan efektif pada komoditas lainnya, Kanca menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Seluruh pelaku industri diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif penguatan tata kelola data yang digulirkan oleh pemerintah.






