tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Digital

Indonesia Perkuat Posisi Sebagai Basis Produksi Otomotif Global

Fitri LimbongDiterbitkan 31 Jul 2026 - 04.49 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Indonesia Perkuat Posisi Sebagai Basis Produksi Otomotif Global
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Sektor otomotif Indonesia sedang mengalami transformasi struktural yang sangat signifikan. Pemerintah menyatakan bahwa negara ini tengah dalam proses beralih dari yang sebelumnya didominasi sebagai pasar konsumen menjadi basis produksi kendaraan. Pernyataan strategis tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri pembukaan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, pada hari Kamis. Langkah penguatan industri ini berjalan beriringan dengan kondisi makroekonomi nasional yang tetap tangguh. Di tengah berbagai tantangan ketidakpastian geopolitik serta perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia tercatat mampu tumbuh sebesar 5,6 persen pada kuartal pertama tahun 2026.

Dalam struktur perekonomian nasional, industri pengolahan terus memegang peranan krusial dan masih menjadi tulang punggung pertumbuhan. Sektor ini memberikan kontribusi yang masif, yakni sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Tidak hanya itu, industri pengolahan juga menyumbang lebih dari 82 persen terhadap total ekspor secara keseluruhan. Di dalam sektor tersebut, industri alat angkutan menunjukkan performa yang sangat kuat dengan menghasilkan nilai tambah ekonomi yang mencapai lebih dari Rp 285 triliun. Hal ini secara jelas menegaskan bahwa kekuatan industri otomotif tidak hanya sekadar urusan pasar, melainkan bagian integral dari ketahanan ekonomi domestik.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Kinerja manufaktur otomotif sepanjang semester pertama tahun 2026 juga menunjukkan tren positif yang memperkuat posisi Indonesia pada fase baru sebagai basis produksi. Volume produksi kendaraan bermotor di dalam negeri berhasil menyentuh angka 615.000 unit. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 11,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi tersebut, aktivitas penjualan secara grosir (wholesales) juga tercatat meningkat sebesar 15,9 persen menjadi 436.000 unit. Capaian impresif ini menumbuhkan optimisme bahwa target penjualan kendaraan di pasar domestik yang dipatok sebesar 850.000 unit sepanjang tahun 2026 dapat terealisasi dengan baik.

Baca Juga

Optimalisasi Platform Bajubodo di 24 Daerah Melalui Gerakan One Marketplace Sulsel

Optimalisasi Platform Bajubodo di 24 Daerah Melalui Gerakan One Marketplace Sulsel

Meskipun target produksi dan penjualan terus digenjot, potensi pasar domestik Indonesia sesungguhnya masih sangat luas dan jauh dari kata jenuh. Dengan jumlah populasi penduduk yang mencapai kisaran 284 juta jiwa, tingkat kepemilikan mobil di Indonesia saat ini baru berada di angka sekitar 99 unit per 1.000 penduduk. Rasio kepemilikan ini masih tergolong rendah jika disandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, rasio kepemilikan mobil di Thailand telah mencapai 275 unit per 1.000 penduduk, sementara Malaysia mencatatkan angka sekitar 490 unit per 1.000 penduduk. Pemerintah menilai peluang pertumbuhan pasar ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh industri dalam negeri dan tidak boleh diisi oleh produk impor.

Di sisi lain, penguatan Indonesia sebagai basis produksi tercermin sangat jelas dari kinerja perdagangan internasional sektor otomotif. Ekspor kendaraan dalam bentuk utuh atau Completely Built-Up (CBU) mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,7 persen. Kenaikan yang lebih pesat terlihat pada ekspor kendaraan terurai atau Completely Knocked Down (CKD) yang melonjak hingga 38 persen, disusul oleh ekspor komponen kendaraan yang melesat drastis sebesar 46 persen. Keberhasilan dalam memproduksi serta mengekspor kemampuan membuat kendaraan ini berdampak langsung pada pengurangan ketergantungan terhadap produk luar negeri. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penurunan tajam pada impor kendaraan utuh (CBU) yang mencapai 49 persen.

Baca Juga

Masa Depan Industri Sawit Indonesia Bertumpu pada Keberlanjutan dan Hilirisasi

Masa Depan Industri Sawit Indonesia Bertumpu pada Keberlanjutan dan Hilirisasi

Pergeseran tren teknologi otomotif global ke arah mobilitas ramah lingkungan juga direspons melalui pendekatan multijalur di pasar domestik. Penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia pada semester pertama tahun 2026 menunjukkan lonjakan pesat sebesar 69,4 persen, dengan total penjualan mencapai 117.000 unit. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 26,8 persen dari keseluruhan total penjualan kendaraan penumpang di tingkat nasional. Dari seluruh kendaraan elektrifikasi yang terjual pada paruh pertama tahun ini, sebanyak 69.000 unit di antaranya merupakan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV). Perkembangan signifikan ini mengindikasikan tingginya minat pasar Indonesia dalam mengadopsi teknologi transportasi masa depan sekaligus mendukung transisi energi di sektor otomotif.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OtomotifGIIAS 2026EksporKemenperinIndustri PengolahanKendaraan Listrik

Berita Terbaru Lainnya

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor KeuanganRencana Pembangunan Jaringan Kereta Trans Sumatera dan Trans KalimantanCara Menyesuaikan Operasional Bisnis dengan Sistem Pengelolaan Sampah Baru DKI JakartaCara Menyikapi Gagal Bayar Arisan Online dan Menghindari Sanksi Pidana BeratKeamanan Kerja Sektor Jasa dan Batas Hukum Penagihan Utang di SurabayaPanduan Keselamatan Transportasi Logistik di Bandar Lampung, Pelajaran dari Insiden Kebakaran Mobil di Bypass Tanjung SenangFakta Lengkap Kasus Kebocoran Data KPK dan Pemerasan Bupati PemalangCara BPBD Kabupaten Bandung Mendistribusikan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Panjang

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor Keuangan

Ekonomi & Keuangan

Memantau Suksesi Kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia dan Sinergi Sektor Keuangan

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap