Seluruh bandara yang sempat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini telah kembali beroperasi penuh. Langkah pemulihan operasional tersebut dipastikan tetap mengedepankan standar keselamatan penerbangan dan kesiapsiagaan pelayanan bagi para penumpang.
Sebelumnya, delapan bandara di Indonesia mengalami penutupan sementara sejak 6 September 2026 akibat paparan abu vulkanik. Berdasarkan pencatatan pada periode 5 hingga 8 September, empat bandara kelolaan InJourney Airports mengalami dampak operasional langsung, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Raden Inten II.
Secara total, gangguan operasional akibat sebaran abu tersebut berdampak pada 4.174 penerbangan dan melibatkan perjalanan 455.754 penumpang. Dari seluruh fasilitas yang terdampak, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatatkan volume dampak paling signifikan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa keselamatan serta keamanan penumpang menjadi landasan utama pada setiap keputusan operasional sejak awal penanganan dampak erupsi. Bandara Soekarno-Hatta resmi dibuka kembali pada 8 September 2026 pukul 00.30 WIB setelah melalui rangkaian penilaian keselamatan menyeluruh, didukung hasil pengujian BMKG yang menyatakan area bandara telah negatif dari paparan abu vulkanik.
Pengalihan Penerbangan dan Penanganan Penumpang
Selama periode penutupan bandara, rute penerbangan dialihkan ke sejumlah bandara alternatif demi menjaga konektivitas udara. Titik pengalihan tersebut meliputi Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Kertajati.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Bandara Kertajati difungsikan untuk melayani penerbangan domestik maupun internasional yang dialihkan, dengan penyediaan angkutan lanjutan ke Jakarta menggunakan armada DAMRI dan Whoosh. Sementara itu, Bandara Internasional Yogyakarta dipersiapkan khusus guna menampung operasional pesawat berbadan lebar (wide-body) yang didukung moda transportasi darat.
Untuk meminimalkan kendala bagi pengguna jasa, InJourney Airports mengaktifkan skema Service Recovery Activation (SRA). Fasilitas pendukung yang disediakan mencakup posko siaga di setiap bandara, area istirahat tambahan, makanan dan minuman ringan, serta layanan shuttle bus gratis di Bandara Soekarno-Hatta. Fasilitas pemulihan layanan tersebut diberikan tanpa biaya bagi para penumpang yang memenuhi ketentuan.






