Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan akses Jalan Tegar Beriman terhubung langsung dengan jalur Bojonggede-Kemang (Bomang) melalui pembangunan jalan layang (flyover) pada tahun 2027. Keberadaan flyover ini dirancang untuk menembus perlintasan rel kereta api rel listrik (KRL) lintas Bogor-Jakarta yang selama ini memutus akses langsung kedua ruas jalan strategis tersebut.
Berikut adalah rangkuman tanya jawab mengenai rencana pelaksanaan, estimasi anggaran, hingga dampak pembangunan infrastruktur konektivitas ini.
Mengapa Pembangunan Flyover Bomang Diperlukan?
Pembangunan flyover Bomang diproyeksikan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bogor, khususnya mempermudah akses warga dari kawasan Bojonggede dan Kemang menuju pusat pemerintahan daerah di Cibinong. Keberadaan rel KRL Bogor-Jakarta menjadi kendala fisik utama yang memisahkan jalur Bomang dengan Jalan Tegar Beriman. Dengan adanya flyover, hambatan perlintasan kereta tersebut dapat teratasi secara permanen.
Setelah seluruh jaringan jalan tersambung penuh, pengendara dari arah Bojonggede, Kemang, hingga Parung dapat langsung menuju Cibinong tanpa harus mengambil rute memutar melalui jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) maupun kawasan Sentul.
Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

Berapa Kebutuhan Anggaran dan Kapan Proyek Mulai Dilelang?
Berdasarkan dokumen detail engineering design (DED), kebutuhan biaya konstruksi Flyover Bomang diperkirakan mencapai Rp150 miliar.
Untuk merealisasikan pembangunan pada tahun anggaran 2027, Pemerintah Kabupaten Bogor memasukkan proyek ini ke dalam daftar sekitar 10 proyek strategis daerah yang akan menjalani skema tender dini pada akhir tahun 2026.
Sebelum tahap konstruksi fisik dimulai, pemerintah daerah menjalankan serangkaian tahapan persiapan, yang mencakup: - Penetapan lokasi proyek - Penilaian harga tanah (appraisal) - Pembebasan lahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah
KAI Targetkan Perawatan Tujuh Trainset KRL iE305 Rampung hingga 9 Oktober

Jembatan Apa Saja yang Diselesaikan Sebelum Flyover Dibangun?
Sebagai bagian dari penuntasan trase Bomang secara menyeluruh, Pemerintah Kabupaten Bogor memprioritaskan penyelesaian dua jembatan strategis di jalur tersebut sebelum pekerjaan flyover utama dimulai:
- Jembatan Sitanggerang: Direncanakan menjadi jembatan dengan bentang terpanjang di sepanjang ruas jalur Bomang.
- Jembatan Pesanggrahan: Difungsikan untuk melengkapi serta memperkuat jaringan penghubung menuju titik pembangunan flyover.
Bagaimana Rencana Penataan Kawasan Sekitar Proyek?
Selain pembangunan fisik jalan dan jembatan, pemerintah daerah mengalokasikan lahan seluas kurang lebih 2 hektare di sekitar area pasar. Area ini dipersiapkan sebagai lokasi relokasi pedagang kaki lima (PKL) sekaligus rencana pengembangan pasar ikan terintegrasi guna mendukung perputaran aktivitas ekonomi masyarakat setempat seiring meningkatnya aksesibilitas wilayah.






