PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan proses perawatan tujuh rangkaian (trainset) KRL iE305/CLI 225 rampung secara bertahap hingga 9 Oktober 2026. Pemeliharaan sarana yang dikerjakan bersama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ini difokuskan untuk memperkuat keandalan armada Commuter Line Jabodetabek.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung progres pengerjaan di fasilitas INKA Madiun pada Jumat, 11 September 2026, guna mengoordinasikan percepatan penyelesaian sarana. Dari total tujuh rangkaian yang dirawat, satu trainset saat ini berada pada tahap akhir pengecekan dan ditargetkan siap beroperasi dalam pekan ini.
Tahapan berikutnya mencakup perampungan perawatan tiga trainset yang ditargetkan selesai pada 25 September 2026. Sementara itu, tiga trainset sisanya dijadwalkan menuntaskan seluruh proses perawatan pada 9 Oktober 2026.
Prabowo Perintahkan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu untuk Program BBM E20

Standar Keselamatan dan Pemeriksaan Teknis
Selama berada di fasilitas perawatan, setiap rangkaian KRL iE305/CLI 225 melewati tahapan pemeriksaan sistem kelistrikan, evaluasi komponen teknis, dan verifikasi aspek keselamatan sarana. Uji fungsi dan kelaikan dilakukan sebelum unit dilepas kembali ke lintasan.
Setiap trainset yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian uji teknis dan dinyatakan memenuhi standar operasi akan langsung diserahkan kepada KAI Commuter untuk melayani penumpang di wilayah Jabodetabek.
Jorindo Agung Siapkan Langkah Ekspansi ke Sektor Energi Hijau

Kebutuhan Armada Seiring Lonjakan Penumpang
Percepatan kesiapan sarana ini berkaitan langsung dengan meningkatnya intensitas penggunaan transportasi rel di kawasan metropolitan. Volume pengguna KRL Jabodetabek tercatat tumbuh dari 257 juta pelanggan pada 2015 menjadi 401 juta pelanggan pada 2025.
Peningkatan mobilitas masyarakat terus berlanjut pada 2026, dengan catatan 277,2 juta pelanggan sepanjang periode Januari hingga Agustus. Kebutuhan operasional armada juga didorong oleh perluasan jaringan rute, yang terlihat dari pertambahan jumlah stasiun operasional dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026.






